Siapa yang tidak mau menikmati waktu santai dengan tenang dan damai. Apalagi jika ada segelas jus dan sepiring kue coklat. Nikmat!! Tapi percaya atau tidak, saat menjadi seorang ibu baru, Anda lupa dengan itu semua. Anda akan terbiasa dengan tangisan bayi dan teriakan ketika ia haus. Lalu apakah Anda marah dengan itu? tentu tidak.

Kakak saya pernah berkelakar, bukan ibu namanya kalau sabarnya itu nggak segudang banyaknya. Benarkah bunda? Mari kita ingat-ingat apa saja hal yang membuat kita diuji kesabarannya.

  • Saat anak tidak berhenti menyusu
    Masih ingat gak bu ketika anak baru beberapa hari lahir. Hasrat menyusunya masih teramat besar. Apalagi anak saya laki-laki, yang konon katanya lebih rakus ketimbang perempuan. Saya ingat dia pernah menyusu 2 jam nonstop, tanpa berhenti. Saking lelahnya, saya sampai tidur sambil duduk karena saat ditaruh dia akan menangis.
  • Saat memakaikan baju anak
    Bukan maiiin capeknya membuat anak kita diam sebentar saja. Saat anak Anda mulai bisa guling-gulingan. Anda perlu sekitar 5 menit untuk sekadar memakaikan popok atau celananya saja. Dan saat anak sudah bisa berlari, Anda harus memiliki jurus tertentu agar ia mau masuk ke dalam rumah. Karena saya tahu biasanya setelah mandi, dia langsung ngibrit ke teras rumah ya bu. Sabaaar!. Mungkin rekor terlama saya 20 menit untuk ini saja.
  • Saat anak tidak mau makan
    Setiap ibu di dunia mungkin pernah mengalami masa dimana anak tidak mau makan. Saat kita sudah capek-capek membuatkan dia makanan, dia malah geleng-geleng. Pedih rasanya hati ini. Tapi bukan ibu namanya kalau patah semangat. besoknya cari resep baru lagi yang lebih enak dan berharap anak mau makan dengan lahap.Tidak hanya itu, ibu juga punya segudang akal agar anak mau membuka mulutnya. Kita dengan semangat cerita kalau pesawat mau lewatlah, kereta api mau jalan lah, monster makannya banyak lah, pokoknya apa saja asal si anak menelan makanannya.
  • Saat anak tidak mau tidur-tidur
    Biasanya ada beberapa anak yang pola tidurnya belum jelas dan masih berubah-rubah. Saat usia anak saya di atas 2 tahun, dia sering banget tidur larut malam. Dia masih segar sekali bahkan lari-larian, sementara saya yang tidak tidur siang sudah menguap berkali-kali. Apa daya, karena papanya harus pagi-pagi ke kantor, saya yang menemaninya sampai ia mau tidur.
  • Saat anak minta mainan
    Nah ini bu pe-er banget yah, ketika si anak sudah bisa meminta sesuatu yang dia sukai. Ada teman saya cerita, anaknya sampai ngamuk-ngamuk di depan pajangan mobil-mobilan yang anaknya mau sampai mamanya membelikannya. Saya ingat bujuk-bujuk anak saya sampai dia tidak jadi beli itu sungguh luar biasa. Kadang yang saya miris kalau mainan yang dia mau itu berat di kantong. Besok langsung catet jangan lewat situ lagi. Hehe.
  • Saat anak sakit
    Ibu mana yang tega melihat anaknya sakit yah. Pasti kita langsung berdoa agar anak kita sembuh ya bu. Kesabaran ibu betul-betul diuji ketika anak sakit, terlebih anak yang masih di bawah 1 tahun. Karena si anak belum bisa bilang apa yang ia rasa. Ibu kadang malah suka berujar, saya saja deh yang sakit, jangan anak saya, kasihan. Semoga kita selalu diberikan kesabaran seluas samudra ya bunda.

LEAVE A REPLY