Dulu kalau kunciran rambut hilang saja tanyanya sama mama, sekarang saya tidak percaya bisa mengurus anak dari pagi hingga malam tanpa bantuan siapapun

Itulah kekuatan alami seorang ibu. Hal yang dulu tidak pernah saya sadari ada di dalam diri saya. Bahkan orang yang keras kepala sekalipun rasanya bisa menjadi lunak ketika menjadi ibu. Berikut beberapa perubahan positif yang biasanya dialami ibu-ibu setelah ia memiliki anak.

  1. Mencintai Orang tua terlebih Ibu dengan Bentuk Kasih Sayang yang Berbeda
    Pandangan tentang orang tua kita sekarang berubah drastis. Kita menjadi tahu mengapa ibu kita bawel, membatasi pergaulan, suka marah-marah, dan sebagainya. Hal itu semata karena ia sayang pada kita. Sama persis seperti apa yang kita lakukan kepada anak kita saat ini.Selain itu, saya juga menjadi tahu betapa lelahnya ibu saya dulu. Saya tahu bagaimana repotnya menyiapkan makanan untuk anaknya. Dari situ saya jarang mengeluh lagi padanya.
  2. Empati
    Karena sudah terbiasa mendengar tangisan anak kita, kini kita jadi lebih toleran akan hal itu. Bila dulu kita emosi kalau ada anak yang nangis terus, sekarang kita jadi lebih berempati mendengar tangisan anak kecil. Kita menjadi tahu perasaan orang tua yang anaknya menangis di mall, atau orang tua yang anaknya takut bertemu orang. Kita jadi semakin santai menanggapinya. Kita menjadi tahu bahwa setiap anak adalah unik.
  3. Lebih Sabar
    Seharusnya setiap ibu memiliki tingkat kesabaran yang sudah naik level. Bagaimana tidak, setiap saat anak kita selalu menguji kesabaran orang tuanya kan. Saat mata ini ingin terpejam, dia malah bangun minta susu. Belum lagi ketika kita sudah lapar sekali, namun si anak malah pipis bahkan pup. Beberapa kali kita harus menahan hasrat menonton film favorit kita, karena si anak sibuk dengan kartun kesayangannya. Jadi sekarang saat ada masalah datang, saya merasa lebih kuat, karena apa yang sudah saya alami dengan anak saya.
  4. Wawasan Semakin Bertambah
    Untuk mengurus anak tidak hanya memerlukan kemampuan fisik, namun juga ilmu yang banyak. Apalagi saat menjadi ibu kita jadi belajar langsung menerapkan teori yang selama ini kita baca. Dulu kalau anak sakit, saya tahunya yah dibawa ke dokter biar sembuh. Tetapi sekarang banyaknya informasi yang ada kita bisa menemukan alternatif lain selain dokter. Dan percaya atau tidak, saat menjadi ibu, kitalah dokternya. Karena saat anak sakit, kitalah yang harus memutuskan pengobatan apa yang terbaik.Begitu juga dengan nutrisi anak. Ibulah yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan gizi anak. Apa saja makanan yang harus diberikan dan dilarang untuk anak. Ibu mesti paham pola gizi anak dan keluarganya. Karena itulah ibu perlu memiliki pengetahuan yang lebih luas.
  5. Tidak Egois
    Dengan kehadiran anak, kita mempunyai alasan untuk berbagi. Apa-apa yang didahulukan anak, bahkan saat perut sudah lapar, ibu biasanya masih bisa menyuapi makan anaknya dulu sampai habis. Begitupun ketika ke pusat perbelanjaan, ibu lebih tertarik belanja untuk anaknya ketimbang kebutuhannya sendiri. Ibu kini menabung untuk kebutuhan anak, tidak hanya kepentingannya sendiri.
  6. Tidak ada kata untuk Galau
    Apakah ibu-ibu lain merasakan hal yang sama seperti saya. Menurut saya saat menjadi ibu, saya menjadi pribadi yang tidak mudah terbawa arus. Meskipun perkembangan dunia informasi semakin kuat, namun ibu memiliki komitmen yang sudah matang dibandingkan saat muda dulu. saat kita melakukan sesuatu, kini kita lebih memikirkan ini, itu, dampak baik dan buruknya. Terlebih saat memposting sesuatu di social media, saat saya memiliki keluarga, saya semakin tahu batasan-batasan berkomunikasi di dunia sosial media. Hal ini juga karena aktifitas ibu yang kian padat. Sehingga untuk galau-galauan rasanya tidak ada waktu. Bagaimana bunda kece, apakah Anda senada dengan ini?
The following two tabs change content below.

LEAVE A REPLY