Percakapan ini saya alami saat saya mengantar keponakan mengunjungi kakek “jauh” nya. Sosok kakek yang terbaring di ruang perawatan mengusik pikirannya untuk bertanya siapa itu. “Itu kan kakek kamu juga,” makin heran lah dia saat kami jawab seperti itu. “Kok aku gak pernah ketemu yah”.

Hal itu bukan salahnya, tapi kami sebagai orang tuanya. Mengapa? karena intensitas yang jarang bahkan tidak pernah bertemu membuat ia asing dengan kakeknya itu. Padahal mungkin dia mau tahu siapa saja kakeknya, siapa saja saudaranya.

Lebaran merupakan momen yang tepat untuk memperkenalkan anggota keluarga yang tidak pernah bertemu sebelumnya kepada anak. Saya pun mengakui bahwa pengetahuan saya tentang silsilah keluarga sangat minim, sehingga saat besar saya suka nyengir-nyengir bingung bila bertemu dengan saudara yang misal kenal dengan ibu saya. Dan kini saya mau anak saya tidak seperti itu, ia seharusnya tahu lebih dekat siapa saja om, tante, kakek, sepupu, dll.

Apa saja manfaat memperkenalkan anggota keluarga bunda dan ayah pada anak:

1. Memberikan kesan hingga anak besar

Anak yang sudah dikenalkan sejak dini dengan saudara-saudaranya akan memiliki kesan mendalam saat besar nanti. Sang anak akan mempunyai cerita dan momen kebersamaannya dengan keluarganya. Berbeda bila tidak pernah silaturahim, kemungkinan saat bertemu di kala besar, si anak tidak akan memiliki perasaan apa-apa, karena tidak ada hal yang ia ingat.

2. Anak menjadi percaya diri

Pasti Bunda tahu anak cenderung takut bila bertemu orang asing yang ia tidak kenal. Jika kita tidak pernah membawanya berkunjung ke tempat pamannya, kemungkinan ia akan takut saat bertemu. Namun bila ketika sering mengenalkan paman, bibi, sepupu kita kepada anak, ia akan berani dan terbiasa dengan acara keluarga dan kumpul-kumpul.

3. Hubungan antar keluarga menjadi lebih baik

Manfaat silaturahmi tidak hanya untuk anak, tetapi juga bagi kita orangtuanya. Sebuah penelitian dari Iran University of Science and Technology mengungkapkan bahwa silaturahmi rutin membawa manfaat positif bagi psikologis seseorang. Silaturahmi dengan sanak saudara diyakini dapat meringankan beban hidup seseorang. Bunda dapat berbagi cerita dengan saudara yang sudah memiliki banyak pengalaman dan hatipun menjadi lebih lega.

4. Mengenalkan nilai-nilai dalam keluarga

Selain manfaat diatas, bunda juga bisa mengenalkan value/ nilai-nilai hidup yang ada di tengah keluarga kepada anak. Apalagi di era teknologi saat ini, anak cenderung asik dengan media sosial dan lupa dengan keluarga sebenarnya. Semakin anak jauh dari keluarganya, semakin dia kesulitan menerapkan nilai-nilai keluarga yang penting di dalam hidupnya.

5. Baik untuk Tumbuh kembang psikologis anak

Mengajarkan anak untuk bersilaturahmi juga baik bagi tumbuh kembang psikologisnya. Anak yang lebih dekat dengan keluarganya cenderung lebih stabil dalam proses tumbuh kembangnya. Sebab, dia akan menerima kasih sayang yang lebih berlimpah dari keluarganya.

Menurut Ratih Zulhaqqi, Psikolog Klinik Terpadu Universitas Indonesia, yang dikutip dari Life&Style, “keluarga adalah sumber suplai kasih sayang. Jadi semakin sedikit keluarga yang dikenal anak, pasti asupan kasih sayangnya pun akan semakin minim. Hal tersebut pada akhirnya akan memengaruhi keseimbangannya secara psikologis,”.

Banyak ya Bunda manfaat dari silaturahmi untuk anak, ayo ajak anak berkunjung untuk lebih kenal dekat dengan keluarganya. Lagipula silaturahmi juga akan mendatangkan kebaikan dan melapangkan rezeki kan Bunda.

The following two tabs change content below.

LEAVE A REPLY