Perjalanan hidup dalam berumah tangga terkadang mengalami pasang surut. Ada saatnya kita mengalami situasi yang tidak kita inginkan. Seperti tinggal bersama mertua. Berdasarkan sebuah penelitian yang dikemukakan oleh psikolog Teri Apter dari Cambrigde University, mengatakan bahwa konflik antara mertua dan menantu lebih kepada masalah perempuan dengan perempuan.

Dalam bukunya yang berjudul “what do you want from me” terungkap bahwa sebagian besar masalah mertua disebabkan oleh komunikasi yang kurang baik, harapan dan asumsi yang salah.

Seperti anggapan mertua bahwa menantu harus menurut suaminya. Jika tidak, maka mertua akan menilai bahwa menantunya tidak penurut, egois, dll. Berbeda dengan laki-laki, biasanya perempuan lebih sensitif dalam menghadapi ketegangan antara mertua.

Bahkan permasalahan mertua-menantu ini bisa meningkatkan stress. Sebuah penelitian di Jepang dalam Journal Heart menemukan bahwa perempuan yang tinggal bersama tiga generasi (kakek/nenek, anak-anak, dewasa) di dalam satu rumah, memiliki potensi 2 sampai 3 kali lebih besar dibandingkan wanita yang hanya tinggal bersama pasangannya.

Berikut 5 kesalahan yang kerap membuat Mertua menjadi musuh bagi menantunya:

  1. Otoriter

Kebanyakan Mertua mengharapkan semua sarannya dijalankan oleh menantunya. Biasanya mereka menggunakan kata “seharusnya” atau “harus” kepada anak atau menantunya. Hal ini akan membuat menantu merasa tertekan dan terganggu dengan kehadiran mertuanya.

2. Sok Tahu

Tidak semua mertua memiliki sifat bijaksana terhadap kehidupan anaknya. Terkadang mertua merasa ia adalah orang yang paling tahu akan pribadi anaknya. Akan lebih baik mertua menganggap semua hal bisa dinegosiasikan kembali. Agar keberadaan mertua selalu dirindukan oleh anak maupun menantunya.

3. Ikut Campur dalam Urusan Rumah Tangga Anaknya

Menawarkan bantuan kepada menantu kadang sah-sah saja. Apalagi jika dilakukan dengan tulus untuk meringankan beban pekerjaan anaknya. Namun beberapa orang terkadang melakukan itu untuk membuat malu menantunya atau mengkritik kerjaan menantunya. Hal itu hanya akan memperkeruh hubungan Anda dengan menantu Anda.

4. Terlalu Manis

Sikap manis yang berlebihan juga akan membuat menantu anda khawatir terhadap diri Anda. Mereka akan bertanya ada apa dengan ibu mertuanya. Bersikap natural atau tidak dibuat-buat justru akan membuat anda lebih dekat dengan menantu perempuan Anda.

5. Mengkritik Menantu di Depan Anaknya

Hal yang paling tidak ingin didapatkan oleh wanita yang telah menikah adalah kritikan dari ibu mertuanya. Apalagi bila hal itu disampaikan langsung di depan anak Anda. Jelas hal ini akan membuat menantu malu dan memicu konflik dengan suaminya. Bila ada hal yang mertua tidak sukai dari menantunya, sebaiknya disampaikan berdua saja dan dibicarakan secara baik-baik.

60 persen wanita menggagap mertua adalah sosok yang mengerikan. Namun jika Anda membuka hati masing-masing, kedekatan Anda dengan menantu bukan hal yang mustahil. Selamat mencoba menjadi mertua dan menantu yang baik.

 

 

The following two tabs change content below.

LEAVE A REPLY