Baru-baru ini saya kontrol kehamilan kedua, rupanya setelah cek laboratorium, kadar hemoglobin (HB) saya di bawah normal, yaitu 10 gr/dl. HB normal itu sekitar 12gr/dl-18gr/dl. Menurut penjelasan dokter kandungan, HB rendah pada ibu hamil bisa menyebabkan risiko terkena anemia, mengalami infeksi, bahkan pendarahan. Karena hemoglobin merupakan protein yang mengandung zat besi yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Untuk itu ibu hamil mesti tercukupi asupan zat besinya.

Zat besi merupakan salah satu mineral yang berfungsi untuk membentuk sel darah merah (eritrosit) yang dibuat  di sumsum tulang belakang. Pada kondisi tubuh wanita yang sedang hamil, kandungan darah merah tentu tidak sama dengan orang dalam kondisi normal. Nah Bunda, mengapa ibu hamil memerlukan eritrosit lebih banyak:

1. Pengantar Oksigen di dalam Tubuh

Manfaat zat besi bagi ibu hamil yang paling utama adalah untuk mengantarkan oksigen di seluruh tubuh, termasuk janin. Semua organ di dalam tubuh memerlukan oksigen untuk membantu menjalankan aktivitasnya. Entah jantung, paru-paru, otak, dan organ vital lainnya. Dengan bantuan oksigen inilah yang akan menggerakan organ bekerja sebagaimana mestinya.

2. Membantu Membentuk energi

Ibu hamil tentu saja memerlukan energi ekstra lebih kuat dari wanita normal lainnya. Sebab dalam satu waktu, dalam satu tubuh ia menggendong 2 nyawa sekaligus. Energi yang diperlukan tentu lebih banyak. Itulah mengapa Bunda sangat dianjurkan untuk banyak makan makanan yang mengandung zat besi. Sebab fungsi zat besi antara lain membantu pembentukan energi di dalam tubuh.

3. Mengedarkan Sari Pati Makanan di dalam Tubuh

Oksigen selain membantu organ menjalankan aktivitasnya, juga berperan untuk mengantarkan sari pati makanan. Tentu saja organ tidak bisa bekerja jika bahan bakar untuk menjalankan mesinnya tidak diisi. Untuk itu sari pati makanan yang sudah diproses ini diedarkan ke seluruh tubuh dan diserap nutrisinya oleh organ organ yang memerlukan.

4. Mengurangi Resiko Anemia

Anemia merupakan gejala gangguan tubuh yang menyebabkan penderita sering pingsan dan gangguan kehamilan yang cukup berbahaya. Hal ini dapat terjadi karena tubuh kekurangan asupan oksigen di dalam tubuh. Ibu hamil memang cukup rentan terkena anemia. Sebab mereka bekerja lebih berat dari biasanya, namun energi dan nutrisi dalam tubuh harus dibagi dua dengan diri ibunda hamil sendiri serta anak yang ada di kandungannya. Untuk itu mengkonsumsi zat besi sangat mutlak diperlukan oleh tubuh. (sumber hamil.co.id)

5. Mengurangi Resiko Lahirnya Bayi Kekurangan Berat Badan

newborn

Yang paling sering saya dengar adalah resiko ini, ibu hamil yang kekurangan zat besi akan mempunyai risiko bayinya lahir prematur dan memiliki berat badan rendah. Ternyata, zat besi tidak hanya penting untuk ibu hamil tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan organ tubuh bayi dan mencegah risiko bayi lahir prematur.

Sebab zat besi membuat sel darah merah yang menyediakan oksigen ke sel-sel untuk energi dan pertumbuhan. Makanan mengandung zat besi yang dikonsumsi ibu hamil juga membantu untuk membangun tulang, tulang rawan dan jaringan ikat lainnya pada bayi.

6. Mengurangi Pendarahan saat Persalinan

Anemia saat hamil memberikan dampak buruk pada ibu khususnya pada periode kehamilan trimester ketiga. Ibu dengan kekurangan zat besi dapat berisiko mengalami pendarahan hebat saat melahirkan. Untuk itu sangat penting mengetahui apakah bunda menderita anemia atau tidak sebelum melahirkan. Zat besi juga dapat membantu dalam mempercepat proses penyembuhan luka khususnya setelah melahirkan.

Nah sangat banyak kan manfaat menjaga kadar zat besi di dalam tubuh Bunda. Mari bersama-sama semangat untuk tetap sehat demi si calon buah hati.

The following two tabs change content below.

LEAVE A REPLY