Setelah lolos dari pertanyaan-pertanyaan seperti, “kapan lulus?”,“kapan nikah?”,“kapan hamil?”, jangan harap pertanyaan annoying serupa akan berhenti. Hoho, karena nyatanya, setelah punya anak pun akan muncul lagi pertanyaan iseng selanjutnya, yaitu “kapan nambah anak?”. Hayo ngacung, siapa Bunda di sini yang pernah ditanya seperti itu padahal belum seminggu melahirkan?. Rasanya gemas ingin menjawab, “jahitannya aja belom kering say!”, betul enggak?.

Ajaibnya lagi, pertanyaan itu tidak hanya dilontarkan kepada Bunda yang baru punya anak satu, para Bunda yang sudah memiliki dua, tiga, empat bahkan lima anak juga tak luput dari pertanyaan ini. Hihi.

Ada kalanya kita kesal jika ada yang bertanya demikian. Tapi kita makhluk sosial toh. Kita hidup di tengah masyarakat yang beraneka ragam pemikirannya. Tidak mungkin juga kan kita mengurung diri di rumah demi menghindari serentetan pertanyaan annoying?.

Jadi, apa yang harus Bunda lakukan jika mendapat pertanyaan, “Kapan nambah anak?”. Yuk simak tips berikut ini.

  1. Senyum, anggap saja doa

Tidak usah baper ketika ada yang bertanya “Kapan nambah momongan?” atau “Kapan hamil lagi?”, karena biasanya kalimat tanya seperti itu hanyalah basa-basi untuk obrolan semata. Mungkin si penanya bingung mau mengobrol apa dengan kita dan yang kebetulan terlintas di kepalanya cuma pertanyaan “Kapan bla bla bla”. Nah, jika Bunda menghadapi situasi seperti itu, jawablah pertanyaan dengan santai dan sopan. Misalnya, “Doain aja secepatnya yah, Amiiin”. That’s it. Ya maunya sih hamil hari ini atau besok, tapi apa daya kehamilan itu rahasia Ilahi. Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan menitipkan si Kecil kepada kita.

  1. Segera alihkan topik

Saya pernah ditanya, “Kapan punya anak lagi? kasian tuh si Raka udah gede belom punya adek, ga punya temen di rumah”. Tapi ketika saya membalikkan pertanyaan yang sama kepada si penanya, jawabnya begini, “Ogah ah, dua anak aja udh rempong, berantem mulu”. Lha piye toh?, dia yang menyuruh kita beranak lagi, tapi dia nya sendiri ogah menambah anak hehe. Nah, agar pertanyaan ‘kapan’ itu tidak berlanjut, segera alihkan topik pembicaraan, misalnya “eh mau hujan tuh, jemuran belum diangkat kayaknya”.

  1. Menyibukkan diri dengan kegiatan positif

Daripada memusingkan pertanyaan “kapan nambah anak?”, lebih baik Bunda menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif. Banyak sekali hal yang bisa dikerjakan di waktu luang, seperti belajar membuat kue, membaca novel, melukis, menulis, berjualan online, dan lain-lain. Bahkan jika Bunda tertarik dengan dunia multimedia seperti videografi atau desain grafis, tidak ada salahnya untuk belajar mengedit video, membuat VLOG ala Youtuber, atau belajar aplikasi Adobe Illustrator.

Pertanyaan “kapan nambah anak? “ dan “kapan” lainnya pasti selalu ada dan tidak bisa dihindari. Tapi jangan sampai baper ya Bunda!, karena hidup bukan hanya untuk bersedih karena mendengar pertanyaan ‘Kapan?’. So keep on spirit!!

LEAVE A REPLY