Kapan terakhir kali Bunda menyelesaikan sebuah novel? hari ini ? kemarin? atau, ”waah udah lupa sis”. Hayo ngaku, hehe.
Seperti kita ketahui, buku adalah jendela dunia. Semakin sering kita membaca buku, maka wawasan kita pun akan bertambah. Tak heran, banyak orang yang menjadikan rutinitas membaca sebagai hobi di waktu senggang tak terkecuali para Bunda di luar sana. Yap, membaca bisa jadi kegiatan ME TIME yang menyenangkan ketika si Kecil sedang sekolah atau tertidur lelap. Betul enggak? Hihi.
Nah, bagi Bunda yang doyan baca atau yang baru berencana mengoleksi buku untuk dibaca, yuk simak resensi buku Dan Hujan pun Berhenti karya Farida Susanty berikut ini.

Judul : Dan Hujan pun Berhenti..
Penulis : Farida Susanty
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2007
Periode Baca : 19 – 24 Februari 2018 .
Alasan saya tertarik untuk membeli dan membaca buku ini tak lain karena tulisan “BEST SELLER” di sudut kiri atas .

Ketika mulai membaca kira-kira 5 lembar halaman pertama, suasana kelam langsung terasa. Jika kalian pernah menonton film-film DC Comics, nah kira-kira seperti itulah gambaran suasananya. Kelam, gelap, hitam, sehitam cover bukunya .

Sepertinya si penulis memang sengaja membuat novel teenlit ini terasa “gloomy” karena Leostrada, tokoh utama dalam buku ini memiliki masa lalu yang pahit. Remaja blasteran indo jepang yang masih SMA ini dikisahkan kerap disiksa oleh ayah kandungnya sendiri. Lantaran tak tahan dengan perlakuan kasar ayahnya, Leo pun kabur dari rumah dan tinggal di sebuah apartemen. Selama pelarian, Leo bertahan hidup dengan mengandalkan uang pemberian kakaknya, Cashey .

Leo pun tumbuh jadi sosok yg kasar, keras kepala, temperamen, dan tentu saja labil layaknya remaja tanggung kebanyakan. Tak jarang ia bersikap seperti PREMAN di sekolahnya. Sikap kasar selalu diperlihatkan Leo kepada semua orang tanpa pandang bulu, termasuk kepada Spiza, gadis manis yg nyaris mati karena percobaan bunuh diri di toilet sekolah. Namun, kemiripan Spiza dengan mantan kekasihnya, membuat Leo mendekati sang gadis dan menyadari bahwa Spiza jauh lebih mirip dirinya ketimbang Iris, mantannya. Mereka sama2 benci hujan, kesepian, ingin mati bunuh diri. Sama-sama LABIL!.

Untuk ukuran novel teenlit, jujur saja buku ini “cool” tapi sulit dimengerti. Selain karena plotnya yg melompat-lompat, kalimat-kalimat ber-capslock dan tanda seru juga bertebaran di buku ini. Jadi berasa diteriakin terus sama tokoh-tokoh yg ada di buku hehehe. Bukan cuma itu, emosi para tokoh juga bak roller coaster semua. Naik turun secara drastis, macam bipolar. Jadi ngos-ngosanan terus bacanya. hahaha.

Kalau tahan dengan:
– Karakter2 yang hobi ADU TERIAK dan ADU KERAS GEBRAK MEJA
OVERLY DRAMATIC high school life
– Buku yang BERTABURAN SOUND EFFECT
– CAPS-LOCK LOVER writer .

Kalian sanggup membaca buku ini 😀

The following two tabs change content below.
mm

Suprihani Kartadarma

A happy mom who loves make up and cycling

LEAVE A REPLY