Liburan bersama Keluarga tentu menjadi moment yang menyenangkan. Dimana waktu yang kita jalani saat itu terasa sangat berarti. Gak heran kalau setiap saat rasanya moment itu ingin kita abadikan. Tapi bukan rahasia lagi, jika liburan bersama anak jadinya cuma jagain anak-anak di tempat yang berbeda. Huhu. Boro-boro mau foto-foto, mengeluarkan telepon genggam dari kantong saja rasanya sudah perjuangan. Paling kita sempat memposting moment tersebut di sosial media kita saja.

Padahal rasanya ingin sesekali mengabadikan jalan-jalan bersama keluarga dengan sebuah jepretan yang mumpuni. Bukan selfie lagi, selfie lagi. Apalagi kalau pemandangannya indah dan langka, rasanya sayang kalau hilang begitu saja. Nah ini ada satu trik yang bisa Bunda dan Ayah lakukan?. Apa sih itu? sewa fotografer travelling.

Travel Photography sebenarnya adalah kegiatan ber- Photography sambil ber-Travelling. Mengabadikan setiap moment yang dilihat saat melakukan travelling adalah pengertian travel photography,” Jelas Muhammad Fahmi, Founder Malang Travel Photography. Jadi Bunda dan Ayah fokus saja ke jalan-jalan, si mas Fotografernya yang akan mengabadikan moment langka itu.

Kebetulan saat kami liburan ke Malang, kami menyewa jasa fotografer selama di Jatim Park 3. Dan pengalaman kami menyewa jasa Foto Profesional manfaatnya adalah efektifitas waktu. Dimana biasanya waktu kami habis dengan benerin tripod atau tongsis, belum kalau si kecil nggak mau difoto, ada adegan bujuk-bujuknya. Dan 1, 2,3, cissss, foto pun jadi dengan paksaan sana sini. Hasilnya? kadang rapih, gak jarang amburadul. Haha. Dari situ kita terpikir untuk menyewa Jasa fotografer, agar liburan menjadi lebih menyenangkan. Ternyata benar, foto Liburan nggak pernah sebanyak ini.

Semua anggota keluarga tidak kehilangan moment Liburan
Semua bisa bergaya tanpa ada ganti-gantian yang Foto

Eh tapi nanti kalau ada tukang fotonya, kita nggak bebas, jaim, kaku nggak yah?. Nah ini bedanya Foto Keluarga di Studio Foto dengan Foto travelling. Menurut mas Fahmi, tujuan Travel Photography adalah membantu mendokumentasikan liburan yang keren tanpa menghilangkan esensi dari kegiatan liburan itu sendiri.

Value yang kami coba tawarkan adalah setiap pengguna jasa kami tidak akan kehilangan moment liburannya serta tidak akan kehilangan feels berliburannya. Kami berusaha agar klien tetap merasakan nikmatnya berlibur tanpa harus berfokus pada kegiatan foto-fotonya, jadi tetep harus Fun,” terang Fahmi dengan ramah. Nah jadi nggak kaku yah, malah Bunda bisa dapet foto candid ala ala selebgram :D.

Bunda Tetap bisa menikmati Liburan seru tanpa gangguan arahan dari Fotografer

Lalu harganya gimana nih, mahal kan?. Mahal relatif jika kita bisa korelasikan dengan manfaat yang kita dapat. Saran kami, siapkan budget Foto travelling di budget liburan Bunda agar liburan nantinya tidak menyesakkan dada. Dan menariknya, paket yang ditawarkan Malang Travel Photography ini cukup relatif aman di kantong. Mereka menawarkan Paket keluarga, silakan cek langsung disini yah.

Klien Puas dengan Fotonya = Hal Yang Tidak Ternilai

Ramainya pengunjung wisata yang datang ke Malang dimanfaatkan dengan baik oleh MTP (Malang Travel Photography). Sejak September 2017 mereka telah mengabadikan moment-moment para wisatawan baik yang liburan bersama teman, pasangan maupun keluarga. Selain hobi, tujuan mendirikan Travel Photography ini tentunya untuk menghasilkan pendapatan tambahan. “Di Luar itu saya ingin menggandeng teman-teman photograper saya untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari kegiatan jasa ini, buat saya bisa bagi-bagi job kepada teman-teman itu sesuatu hal yang cukup membuat saya senang,” ujar Fahmi kepada KataBunda.

Muhammad Fahmi, Founder Malang Travel Photography (MTP)

Karena antusias terhadap travel foto kini cukup tinggi, maka tingkat persaingan pun cukup besar. Tapi bukan itu yang menjadi kendala bagi travel photography. Salah satu tantangan dan kesulitan yang cukup tinggi bagi Travel Photography adalah teknis pengambilan foto dengan mood keluarga saat itu. “Kita harus bisa cepat beradaptasi dengan perubahan dan arah cahaya dari tempat satu ke tempat lainnya, kita juga harus bisa melakukan framing yang cepat dan tepat di tengah keramaian tempat wisata. Kita tidak dianjurkan untuk men-direct model atau keluarga yang sedang berlibur terlalu lama, karena bila hal itu dilakukan layaknya photoshoot, klien akan kehilangan feels liburan mereka.

Tapi walau bagaimanapun untuk mendapatkan gambar yang bagus mereka tetap harus mengarahkan gaya agar hasilnya maksimal. dan jujur menurut mas Fahmi yang paling susah adalah men-direct anak kecil di bawah usia 8 tahun. “Yang paling susah adalah mendirect anak kecil dibawah 8 tahun untuk bisa pose yang bagus atau normal saja hahaha, itu susah banget,” ujar mas Fahmi seraya tertawa.

Tantangannya bisa mendapat foto bagus di situasi apapun

Meski begitu buat Mas Fahmi, menjalani hidup sebagai Travel Photographer sangat menyenangkan. Dan yang paling menyenangkan adalah ketika bisa mendapatkan relasi baru dari kota yang berbeda, mendapatkan pengalaman baru dan cerita baru. “Apalagi jika mereka puas dengan hasil foto yang kita kasihkan, hal itu tidak bisa ternilai rasanya, bahkan tidak bisa diuangkan rasanya, hahaa,” cerita mas Fahmi. Menutup perbincangan kami, Mas Fahmi membagikan tips agar perjalanan bersama keluarga menjadi menarik dan menyenangkan. Ini dia tipsnya.

Tips Travelling agar menyenangkan:

  1. Research-lah tempat tujuan wisata minimal 2 minggu sebelum keberangkatan.
  2. Susunlah itinerary agar waktu liburan efektif dan pengeluaran bisa disesuaikan dengan anggran rumah tangga
  3. Jangan lupa hire Travel Photographer untuk mengabadikan setiap moment liburan bersama keluarga.

Dengan 3 tips di atas, perjalanan liburan akan lebih menyenangkan buat keluarga dan pasangan. Setuju yah Bunda, sekarang nggak perlu repot-repot pake tongsis, meski sedang jalan-jalan kita bisa dapat ratusan foto yang akan membuat liburan kita semakin berkesan. Happy Holiday!

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY