Sudah seharusnya orangtua menjadi guru pertama bagi si kecil yah Bunda. Kita menjadi orang pertama yang mengajarkan dan mencontohkan segala hal yang baik kepada anak kita, salah satunya ialah berpuasa. Meskipun pada dasarnya seorang anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa sebab metabolisme tubuhnya belum kuat, tetapi kita sebagai orangtua wajib memperkenalkan kepada si kecil apa itu puasa. Supaya nanti ketika si kecil sudah memasuki usia baligh dan diwajibkan untuk berpuasa, dia sudah paham betul sehingga tidak akan kaget lagi. Setidaknya beberapa tahun sebelum baligh anak sudah harus tahu apa itu puasa, tapi lebih bagus lagi jika diperkenalkan sejak dini. Bunda ada yang masih bingung bagaimana cara mengajarkan puasa pada anak?. Nah, berikut ini beberapa tips dari Ustadz Oemar Mita, Lc dalam Vlog The Sungkars Family, yang kami rangkum untuk Bunda. Apa saja?.

  1. Mendoakan Anak

Sebagai orangtua jika ingin anak kita rajin beribadah, yakni di mana puasa termasuk salah satunya, maka hal pertama yang harus orang tua lakukan adalah mendoakannya. Menurut Ustadz Oemar mita, Nabi Ibrahim saja berdoa dan meminta agar anak dan cucunya rajin solat. Begitulah kekuatan doa, senjata pamungkas para orang tua. Terutama Ibu, lisannya lebih mustajab.

“Aneh kalau Bapak-Ibunya pengen anaknya puasa, tapi ibunya tidak pernah mendoakan. Bagaimana anakmu mau berpuasa jika kamu tidak mendoakan,” ujar Ustadz Oemar Mita.

Ustadz Oemar Mita, Lc.

 

Jadi, doa menjadi kunci utamanya yah Bunda, terutama doa seorang ibu. Anak-anak kelak bisa menjadi orang yang sukses pun tidak luput dari doa orangtuanya. Karena itu, Bunda jangan lupa untuk selalu doakan si kecil yah supaya rajin beribadah. Apalagi segala usaha di dalam hidup ini memang harus selalu diiringi dengan doa. Nah, doakan si kecil supaya rajin berpuasa merupakan salah satu tipsnya.

  1. Mencontohkan Kepada Anak
Berikan contoh kepada anak.

Jika kita ingin mengajarkan kepada anak untuk berpuasa, maka tips selanjutnya adalah kita sebagai orangtua harus mempraktikannya langsung. Anak-anak masih aktif-aktifnya mencontoh segala hal yang dia lihat, karena itu untuk mengajarkan dia berpuasa, kita sebagai orangtua harus mencontohkannya. Jangan sampai saat kita mengajarkan anak berpuasa, tetapi kita sendiri malah makan atau minum. Jika kita sendiri saja tidak berpuasa, bagaimana dengan anak kita yah Bunda?.

  1. Berikan Punishment dan Reward Sesuai Porsi
Berikan hadiah atas apa yang sudah dicapainya.

Tips berikutnya adalah kita harus memberikan punishment dan reward sesuai porsinya. Kita harus memberitahu apa kemungkinan buruknya jika tidak berpuasa dan berikan punishment yang sesuai dengan porsi, usahakan jangan yang berat dan malah membebani anak yah Bunda. Nah, ketika anak sudah berhasil berpuasa, harus kita berikan reward yang sewajarnya juga. Meskipun si kecil hanya mampu sampai jam 11 saja, kita usahakan untuk tetap berikan apresiasi bisa berupa kalimat pujian seperti, “Wah, adik pintar yah bisa puasa sama jam 11 siang.”

Di samping ketiga tips tersebut, sebaiknya Bunda jangan memaksakan anak untuk berpuasa yah. Biarkan saja si kecil berpuasa semampu yang dia bisa. Apakah itu hanya sampai jam 10, 11 ataupun jam 12 tidak apa-apa yah Bunda. Sebab mereka masih menjalani proses belajar dan memang belum diwajibkan untuk berpuasa. Hanya sebagai pengenalan saja kepada anak tentang rukun islam dan kewajiban kita sebagai umat muslim.

Sebab dengan begitu anak menjadi senang dan semangat. Bunda juga tidak perlu khawatir si kecil akan haus akan pujian nantinya yah Bunda selama kita memuji dia dengan sewajarnya saja. Selain itu, dunia anak-anak kan memang dunia bermain yah Bunda, jadi usahakan jangan terlalu kaku karena takutnya malah akan terkesan memaksa dan anak menjadi tidak suka. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY