Halo, Bunda! Baik bagi para ibu baru maupun yang sebelumnya sudah punya anak, mungkin masih banyak yang galau dengan drama menyapih. Karena biasanya akan ada banyak hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Atau bisa jadi anak yang kedua ini berbeda dengan yang pertama dan agak susah untuk dihentikan mengonsumsi ASI (Air Susu Ibu).

Kita tahu memberikan ASI kepada sang buah hati merupakan kebahagiaan tersendiri. Karena selain bayi mendapat nutrisi yang tepat, dengan memberikan ASI pun membuat kedekatan antara si kecil dan Bunda menjadi lebih erat dan hangat. Namun, apabila anak sudah memasuki usia yang cukup dan kondisi tubuhnya pun memungkinkan untuk disapih, maka pemberian ASI bisa dihentikan.

Umumnya pemberian ASI ekslusif cukup pada usia 6 bulan pertama, setelahnya si kecil sudah bisa mengonsumsi makanan tambahan lain. Cara menyapih yang baik pun dilakukan secara bertahap yah Bunda. Hal tersebut dilakukan demi menghindari anak trauma secara psikis, juga supaya asupan nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi.

Nah, berikut ini cara menyapih yang efektif yah Bunda:

  1. Lakukan Secara Bertahap

Cara menyapih yang baik dilakukan dengan bertahap, bukan langsung secara otomatis. Biasanya para orang tua melakukan dengan cara tradisional, seperti langsung mengoleskan sesuatu yang pahit ke payudara. Sebaiknya hal tersebut dihindari yah Bunda demi mengurangi risiko anak trauma. Jadi Bunda bisa melakukannya secara bertahap seperti misalnya, apabila si kecil biasanya menyusu pada payudara Bunda empat kali dalam sehari, bisa dikurangkan menjadi tiga kali saja.

Selain itu, kurangi juga waktunya yah Bunda. Bila si kecil terbiasa menyusu lima belas sampai dua puluh menit, maka Bunda bisa menguranginya menjadi sepuluh menit saja. Bunda juga harus sabar nih dalam menyapih si kecil dan jangan terburu-buru. Beri waktu supaya si kecil juga belajar menyesuaikan dirinya.

  1. Buat Makanan Tambahan Yang Mampu Membuat Anak Kenyang

Jika ingin menyapih si kecil, Bunda juga harus menyiapkan makanan tambahan yang mampu menarik perhatiannya, selain itu juga pastikan bahwa makanan tambahan tersebut dapat membuat anak merasa kenyang. Kita harus pastikan bahwa dengan mengonsumsi makanan tambahan, nutrisi si kecil tetap terpenuhi untuk perkembangannya.

Jika makanan tersebut menggunakan buah, maka jangan yang asam yah Bunda. Seperti misalnya Bunda bisa menggunakan pisang sebagai makanan tambahan dan usahakan yang rasanya manis. Pisang itu mengandung vitamin A, serat, fosfor, kalium dan asam folat yang tentunya aman untuk bayi. Caranya ialah dengan melumatkan pisang tersebut sebelum diberikan kepada si kecil.

Bunda juga bisa membuat bubur dari beras putih, beras merah dan gandum. Bisa juga dengan membuat bubur dari beras putih yang ditambah dengan sayur-sayuran seperti wortel yang mengandung vitamin A dan mineral yang tinggi.

  1. Kurangi Pemberian ASI Secara Langsung

Sebaiknya jika Bunda ingin menyapih si kecil, maka Bunda bisa memberikan minuman lain selain ASI. Bisa jus buah, ataupun susu UHT (ultra high temperature) yang ditaruh di dalam botol ataupun gelas.  Hal tersebut dilakukan untuk membiasakan bayi sehingga dia lebih mudah disapih. Bayi jadi tidak mencari payudara Bunda terus dan nantinya diharapkan bisa lepas secara perlahan. Soal susu formula atau susu UHT, pastikan dulu apakah anak Bunda ada alergi atau tidak terhadap jenis susu tertentu sebelum memberikannya yah. Kemudian juga pastikan bahwa susu tersebut tepat sesuai dengan umurnya.

  1. Alihkan Perhatian Si Kecil

Cara mengalihkan perhatian si kecil bisa dengan banyak hal yah Bunda. Untuk mengurangi porsi menyusu ASI ekslusif, Bunda bisa mulai mengajak si kecil bercanda untuk membuatnya lupa, membacakan dongeng, dan lain sebagainya. Tentunya si kecil bisa lepas dari ASI pun tidak luput dari lingkungannya yah. Jika si kecil mempunyai kakak, maka mintalah kepada si kakak untuk lebih sering mengajak adiknya bercanda dan bermain. Atau Bunda juga bisa meminta kepada suami untuk melakukan hal yang serupa. Dengan mengalihkan perhatiannya, maka nanti si kecil akan menjadi lupa dan tidak jadi meminta ASI yah Bunda.

  1. Jalin Komunikasi

Pemberian ASI bisa membuat hubungan antara si kecil dan Bunda menjadi lebih dekat, maka dengan menyapih pun Bunda tetap bisa menjalin hubungan yang erat dan hangat. Bunda harus jalin komunikasi dan ajak si kecil berbicara, misalnya, “Udah dulu yah menyusunya. Sekarang kita main, yuk?”

Menjalin komunikasi, meskipun si kecil tidak mendapat ASI lagi, dia tetap merasa dekat dengan Bunda dan tidak merasa kehilangan.

Menyapih seorang anak sebaiknya dilakukan apabila si kecil sudah bisa mengonsumsi makanan selain ASI yah Bunda. Selain itu juga jangan menyapih ketika si kecil sedang sakit karena akan membuatnya bertambah rewel. Jangan lupa juga pertimbangkan usianya yah Bunda, apakah sudah ideal atau belum anak berhenti menyusu ASI ekslusif?

Badan Kesehatan Dunia atau WHO sendiri menyarankan agar para ibu memberikan ASI kepada anaknya sampai berusia 2 tahun. “Sampai usia 2 tahun lebih. Lebih dalam hal ini ialah sampai anak bisa menyapih dirinya sendiri. Jangan lupa untuk dampingi anak dan memantau terus grafik pertumbuhannya,” ujar Dr. Wiyarni Pambudi SPA, IBCLC. Sebab di dalam ASI ekslusif terdapat protein, lemak dan vitamin. Asam lemak berfungsi untuk otak dan sebagai pertahanan tubuh yang bagus untuk si kecil.

Jika Anak Anda hanya mengisap sebentar-sebentar payudara ibu ketika menyusu, perhatiannya sering teralihkan dengan makanan lain, atau lebih senang minum dari botol atau gelas, maka anak Bunda sudah siap disapih. Bagaimana Bunda? Sudah siap menyapih si kecil?

LEAVE A REPLY