Bunda, makanan cepat saji merupakan salah satu hal yang bisa kita temui dengan mudah. Di restoran, kafe-kafe serta pusat perbelanjaan pasti banyak yang menyediakan. Meskipun begitu, makanan cepat saji atau fast food seringkali diidentikan dengan junk food karena biasanya makanan ini dibuat dengan bahan murah seperti misalnya daging berlemak tinggi. Namun, karena harganya yang terjangkau dan rasanya mampu membuat orang ketagihan, makanan cepat saji jadi diminati oleh siapa pun.

Seorang dokter umum, Yesi Rosalia pun mengakui hal tersebut. “Kadang karena rasanya yang enak menyebabkan release hormon dopamin yang menyebabkan rasa bahagia sehingga dapat ketagihan terhadap konsumsi junk food. Namun di balik itu ada dampak negatifnya,” kata Dokter Yesi, seperti dikutip dari radartulungagung.jawapos.com

Ya, di balik harganya yang terjangkau dan rasanya yang enak, makanan cepat saji menyimpan banyak bahaya bagi tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan cepat saji meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung hingga diabetes.

Berikut ini bahaya mengonsumsi makanan cepat saji:

1. Meningkatkan Risiko Terkena Diabetes Tipe 2

Fast food  tinggi akan kalori, karbohidrat dan lemak yang bisa meningkatkan lonjakan gula darah dalam tubuh. Selain itu, jika kita terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji bisa menyebabkan gangguan insulin. Maka meningkatkan risiko terkena resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Fast food merupakan makanan dengan tinggi kalori dan membuat gula darah meningkat. Kadar gula yang tinggi bisa menyebabkan diabetes. Selain itu, fast food  juga berisiko diabetes yang bisa jadi faktor diabetes tipe 2.  Makanan cepat saji ini juga mengandung sodium atau garam dalam jumlah banyak di mana garam sendiri merupakan faktor utama peningkatan tekanan darah. Makanan ini juga mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang bisa meningkatkan trigliserida (lemak pada darah) di tubuh. Saat kadar trigliserida ini meningkat, maka kadar kolestrol dan risiko diabetes tipe 2 juga meningkat.

2. Risiko Gangguan Pernapasan

Saat anak-anak terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, maka berisiko meningkatkan gejala asma. Kelebihan kalori menyebabkan kenaikan berat badan yang bisa mengarah pada obesitas. Nah, saat terjadi obesitas, maka meningkat risiko masalah pernapasan. Berat badan yang berlebih memberi tekanan pada jantung dan paru-paru. Penelitian terbaru yang dipublikasikan Jurnal Thorax menambahkan jika anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji bisa berisiko mengidap asma dan rhinitis.

3. Obesitas

Kita tahu makanan cepat saji mengandung kalori dan lemak yang sangat tinggi yang bisa meningkatkan berat badan. Selain itu juga mengandung gula buatan, garam, minyak goreng dan bahan pengawet lainnya yang digunakan untuk mengolah makanan ini bisa membuat tubuh sulit untuk mengurai lemak yang masuk. Saat kita konsumsi terlalu sering, tentu hal tersebut membuat kita berisiko terkena obesitas karena lemak yang tidak terkontrol dengan baik di dalam tubuh kita. Selain itu, kandungan lemak yang tinggi pada fast food  juga menyebabkan peningkatan kolestrol di dalam darah.

4. Risiko Kanker

Banyak riset kesehatan yang menemukan fakta bahwa pola makan yang tidak sehat dan kurang olahraga meningkatkan risiko terkena kanker. Pakar kesehatan Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo yang merupakan ketua Himpunan Onkologi Indonesia mengatakan bahwa makanan cepat saji bisa menyebabkan kanker. Penyebabnya bukan kandungan MSG yang tinggi, tetapi kecenderungan obesitas.

“Kalori di dalam makanan cepat saji bisa memicu obesitas. Padahal, obesitas bisa memicu peningkatan risiko kanker. Hal ini disebabkan oleh berubahnya sistem hormon layaknya hormon leptin yang bisa menyebabkan datangnya penyakit ini,” kata dr. Aru seperti dikutip dari doktersehat.com

5. Meningkatkan Kolesterol

Fast food  mengandung lemak jahat yang dapat menyumpat pembuluh darah sehingga mengganggu sirkulasi darah pada tubuh kita. Akibatnya banyak organ di tubuh yang terganggu, salah satunya ialah jantung. Saat sistem peredaran darah terganggu, berbagai penyakit bisa muncul seperti kolesterol. Sebenarnya, kadar lemak jenuh yang tinggi memang berpotensi menyebabkan kolesterol.

6. Merusak Organ Hati

Kandungan makanan cepat saji seperti lemak dan gula dapat menyebabkan timbunan di hati sehingga organ tersebut akan kehilangan fungsi yang semestinya.

“Jumlah lemak dan lemak jenuh dalam makanan yang digoreng menciptakan kondisi yang disebut fatty liver  (penimbunan lemak di sel hati),” kata Dr. Drew Ordon, sekaligus penulis buku Better in 7 seperti dikutip dari beritasatu.com

Beliau mengatakan saat kita mengonsumsi makanan cepat saji selama satu bulan, maka akan terjadi perubahan yang signifikan di hati. Perubahan ini mirip dengan kerusakan yang dialami oleh penderita hepatitis yang bisa menyebabkan gagal hati.

7. Kerusakan Gigi

Makanan Cepat Saji bisa membuat Gigi Berlubang.

Kerusakan gigi juga bisa disebabkan karena makanan cepat saji sebab tinggi karbohidrat dan gula, sehingga meningkat pula keasaman mulut. Hal tersebut bisa memecah lapisan pelindung gigi dan membuat bakteri dengan cepat menetap melubangi gigi. Selain itu, bahan yang terkandung dalam makanan cepat saji pun bisa membuat gigi berlubang. Hal ini diakui oleh Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Den Pasar, Bali, Putra Dermawan. “Ada beberapa zat yang terkandung dalam makanan cepat saji yang berpotensi membuat gigi berlubang yakni zat kimia seperti mayonet yang mampu merusak kalium gigi,” ujar Putra Dermawan seperti dikutip dari kabarbisnis.com

8. Gangguan Sistem Pencernaan

Lemak tinggi pada fast food  menyebabkan bahaya serius pada lambung dan usus di mana lemak tersebut akan mengendap dalam lapisan perut sehingga menyebabkan meningkatnya produktivitas asam dalam lambung. Selain itu, fast food  rendah gizi dan serat sehingga berdampak pula pada kelancaran organ tubuh kita ketika memproses makanan sehingga meningkatkan risiko wasir, sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

9. Menyebabkan Depresi

Berbagai penelitian menunjukan bahwa seringnya mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak dapat mengubah aktivitas kimia otak. Makanan cepat saji mengandung lemak jahat yang bisa menurunkan produksi serotonin yang berfungsi mengontrol suasana hai kita agar tetap baik. Maka, dengan seringnya mengonsumsi fast food  membuat produksi serotonin dalam tubuh menurun dan menyebabkan suasana hati tidak bisa terkontrol dengan baik.

10. Penurunan Daya Ingat

Sebuah studi yang dipublikasikan  di American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2011 menunjukan bahwa orang sehat yang sering mengonsumsi fast food  akan mengalami penurunan daya ingat. Kadar lemak dan gula yang berlebih bisa menurunkan daya ingat dan kemampuan kognitif otak. Bahan yang terkandung dalam fast food  menyebabkan perubahan susunan kimia otak yang mengakibatkan kemampuan otak menurun.

11. Risiko Demensia

Sebuah studi di Brown University menunjukan bahwa orang yang terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak dapat meningkatkan kadar insulin. Insulin sendiri diproduksi di pankreas yang berfungsi membantu pengangkutan glukosa untuk memberi bahan bakar dalam tubuh. Insulin juga diproduksi di otak untuk membantu membawa sinyal antar sel saraf.

12. Sakit Kepala

Kandungan lemak trans dalam makanan cepat saji bisa menyumbat aliran darah yang mengalir dalam tubuh terutama pada pembuluh darah arteri atau pembuluh darah yang mentransfer aliran menuju jantung. Saat pembuluh darah ini tersumbat, maka organ tubuh yang lain akan kekurangan asupan darah serta oksigen yang baik, termasuk otak kita. Maka berbagai gejala akan muncul seperti misalnya rasa pusing atau pun sakit kepala.

Ada banyak sekali bahaya mengonsumsi makanan cepat saji bukan, Bunda? Karena itu lebih baik kita hindari konsumsi fast food  dan mulai coba makanan yang sehat seperti misalnya sayuran. Ada banyak sekali manfaat mengonsumsi makanan sehat lho Bunda! Terutama untuk si kecil. Menurut Dr. Grace Judio Kahl, seorang pakar bariatik mengatakan bahwa dengan mengonsumsi makanan sehat sejak dini, akan memberikan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak di masa depan.

Bunda, asupan gizi yang baik dari  makanan sehat dapat mendukung tumbuh kembang si kecil, membentuk daya tahan tubuh yang lebih baik, mendukung kecerdasannya dan membuatnya menjadi aktif serta ceria. Sebaiknya kita kurangi mengonsumsi fast food  dari sekarang. Semoga artikel ini bermanfaat.

LEAVE A REPLY