Halo, Bunda! Apakah Anda seorang penyuka kucing? Atau Pak suami dan si kecil yang menyukai hewan ini? Seperti yang kita tahu, kucing merupakan hewan yang paling umum dipelihara oleh banyak orang. Kucing mempunyai wajah dan tingkah yang terkadang membuat kita merasa gemas. Selain itu, kucing juga bisa menjadi teman bermain yang menyenangkan, bukan? Untuk mereka yang menyukai kucing, tentu hewan ini bisa menjadi teman di saat sedang suntuk dan bosan.

Namun, untuk Anda yang mengaku menyukai kucing, apakah sudah tahu beberapa penyakit yang bisa menyerang hewan peliharaan Anda ini? Sama seperti manusia, kucing juga tentu bisa sakit. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang disebabkan oleh makanan, bakteri, virus dan luka luar.

Saat kita sudah memutuskan untuk memelihara kucing, dibutuhkan totalitas dalam merawatnya sebagai bentuk rasa kasih sayang kita yang benar-benar serius ingin memelihara hewan ini. Sebab saat kita memutuskan untuk memeliharanya, sudah pasti kita juga berjanji akan menjaganya dan merawatnya dengan sungguh-sungguh.

Berikut ini beberapa daftar penyakit yang biasa menyerang kucing. Kita simak bersama-sama, yuk, Bunda!

1. Muntah

Muntah merupakan masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada kucing nih Bunda. Penyebabnya sendiri sangat beragam, ada yang disebabkan oleh racun pada makanan, benda yang seharusnya tidak di makan oleh kucing atau pun karena adanya masalah kesehatan lain seperti misalnya diabetes. Muntah yang terjadi secara terus-menerus tentu bisa menyebabkan kucing terkena dehidrasi. Sebaiknya jika kucing tidak bisa berhenti muntah dan semakin terlihat gelisah, segera bawa ke fasilitas kesehatan khusus hewan ya untuk tahu apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya.

2. Kutu

Kutu bisa menyebabkan kulit kucing iritasi

Selain muntah, tentu kutu merupakan masalah umum yang paling sering terjadi pada kucing. Terlebih pada kucing jalanan yang memang tidak pernah dibersihkan. Kutu pada tubuh kucing bisa dilihat dengan adanya kotoran kutu yang tampak seperti titik hitam kecil. Selain itu, biasanya kucing akan lebih sering menggaruk dan menjilati tubuhnya. Masalahnya kutu bisa menyebabkan kulit kucing menjadi memerah atau timbulnya iritasi kulit. Pengobatannya sendiri bisa dilakukan dengan obat oral maupun obat luar. Bunda bisa konsultasikan masalah ini dengan dokter hewan agar mendapatkan solusi pengobatan yang tepat.

3. Cacing Pita

Cacing pita biasanya tumbuh di usus kecil kucing. Gejala yang paling umum terjadi bisa berupa muntah nih Bunda. Selain itu, kucing yang cacingan akan mengalami penurunan berat badan. Masalah ini umumnya bisa diatasi dengan injeksi, oral maupun obat luar. Sebaiknya Bunda perhatikan dengan benar kebersihan kucing dan makanannya.

4. Diare

Parasit, makanan yang tidak layak, alergi, infeksi dan lain sebagainya bisa menjadi penyebab terjadinya diare pada kucing. Jika kucing Anda mengalami diare, sebaiknya berikan air tawar bersih supaya kucing tidak dehidrasi. Jangan lupa juga untuk mengganti makanan kucing setiap beberapa jam ya Bunda. Jika diare semakin parah yang disertai muntah dan berdarah, sebaiknya Bunda bawa ke dokter hewan untuk mendapatka. penanganan yang lebih lanjut.

5. Masalah Pada Mata

Kucing juga mempunyai masalah pada mata yah, beberapa di antaranya seperti katarak, virus peradangan, penyakit retina, dan konjugtivitis. Jika kucing kesayangan Bunda mengalami gejala seperti mata berair, lapisan kelopak mata merah, mata keruh dan ada bercak di sudut-sudut mata, Bunda harus mulai waspada. Bisa jadi kucing Bunda mengalami salah satu penyakit di atas.

6. Penyakit Ginjal

Kucing pun bisa mempunyai masalah pada ginjal ya Bunda. Ini beberapa masalah pada ginjal yang bisa menyerang kucing:

a. Batu Ginjal

Sama seperti manusia, kucing pun bisa terkena batu ginjal meskipun frekuensinya sedikit. Umumnya batu ginjal yang masih kecil bisa dibuang lewat urin. Tetapi jika sudah membesar dan telat diobati, maka akan menumpuk di ginjal. Tentu hal ini dapat merusak organ. Satu-satunya cara untuk mengatasi batu ginjal yang sudah membesar ialah dengan melakukan operasi. Sementara tanda yang umum terjadi biasanya terdapat darah di dalam urin dan kesulitan untuk mengeluarkan urin. Penyakit ini bisa disebabkan oleh makanan, lingkungan maupun keturunan atau genetik. Meskipun begitu, masih ada peluang untuk sembuh, tetapi juga memiliki kemungkinan untuk kambuh lagi. Sebaiknya Bunda perhatikan dengan baik makanan si kucing.

b. Gagal Ginjal

Masalah selanjutanya ialah gagal ginjal. Saat terkena penyakit ini, kucing akan mengalami penurunan berat badan, terlihat lemas, mengalami muntah dan kehilangan nafsu makan tentunya. Selain itu, produksi urin juga menurun. Penyebabnya bisa karena keracunan makanan maupun konsumsi obat yang tidak tepat. Bila tidak ditangani dengan segera, tentu kucing bisa tidak tertolong.

c. Infeksi Bakteri Ginjal

Ginjal yang terinfeksi bakteri biasanya akan mengalami pembesaran dan melunak. Tanda yang paling umum, kucing akan mengalami demam serta hilangnya nafsu makan. Sementara untuk penyebabnya sendiri bisa berasal dari makanan. Saat terkena bakteri ini, maka kucing sebaiknya diberi cairan intravena dan antibiotik.

d. Infeksi Virus Ginjal

Selanjutnya adalah infeksi virus ginjal. Umumnya penyakit ini terjadi pada kucing muda. Biasanya berupa infeksi virus basah dimana cairan terdapat di perut atau pun infeksi kering di mana virus menyusup ke berbagai organ. Virus ini tentu sangat mengganggu fungsi ginjal dan belum ada obatnya. Sebaiknya Bunda lakukan upaya pencegahan dengan selalu memastikan kerbersihan tubuh maupun asupan makanannya. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, tentu kucing akan jauh dari penyakit.

e. Kanker Ginjal

Kanker ginjal menjadi jenis kanker yang paling umum terjadi pada kucing. Pengobatan kanker ginjal pada kucing bisa dilakukan dengan mengangkat ginjal yang terkena kanker tersebut. Selain itu, kucing juga harus melakukan pengobatan kemoterapi.

f. Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit ini merupakan suatu kondisi di mana fungsi ginjal tidak lagi berjalan dengan normal. Umumnya kucing yang mengalami penyakit ini akan merasakan rasa haus yang berlebih, buang air kecil secara berlebihan, muntah, kehilangan nafsu makan dan menurunnya berat badan. Penyakit ginjal kronis membuat racun dalam darah menumpuk. Saat kondisi sudah parah, biasanya kucing disarankan untuk melakukan transplantasi ginjal, tetapi juga harus siap dengan resiko yang kemungkinan besar akan terjadi setelah itu. Upaya ini tentu juga memerlukan perawatan jangka panjang.

7. Penyakit Saluran Kemih

Tidak jarang kucing menderita penyakit saluran kemih bagian bawah atau Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) di mana penyakit ini menyerang kucing betina maupun kucing jantan. Gejala yang tampak berupa urin berdarah, kurang nafsu makan, muntah dan sulit untuk mengeluarkan urin. Kucing dan berat badan berlebih rentan untuk terkena penyakit ini. Selain itu, stress pada kucing juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit  saluran kemih bagian bawah.

8. Feline Calici Virus

Jenis virus yang biasanya menyerang saluran pernapasan, otot, mulut, saluran pencernaan dan tulang. Bunda harus waspada saat kucing menunjukkan gejala seperti nafsu makan yang hilang, hidungnya berlendir, mata terlihat berair, adanya luka pada lidah dan bibir, kesulitan untuk bernapas. Virus ini pada kasus yang berat bahkan dapat mengakibatkan terjadinya hepatitis dan pendarahan. Umumnya penularan virus ini dapat terjadi lewat lendir atau saat kucing menghirup udara yang mengandung virus.

9. Chlmydophilosis

Penyebabnya adalah bakteri chlamydiasisfelis yang biasanya menyerang anak kucing berusia 5-12 minggu. Gejala yang umum biasanya berupa demam, hidung berair, hilangnya nafsu makan, mata meradang dan bersin. Bunda harus mulai waspada jika kucing kesayangan mengalami gejala tersebut sebab bila tidak diobati dapat menular melalui lendirnya. Sebaiknya Bunda segera bawa ke fasilitas khusus hewan, sebab jika mata kucing sudah sangat parah harus dioperasi dan diangkat.

10. Feline Rhinotracheitis

Umumnya penyakit Feline Rhinotracheitis ini disebabkan oleh virus herpes yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Tanda penyakit ini bisa berupa bersin secara terus menerus, adanya lendir bening yang keluar dari hidung, mata mengeluarkan kotoran, radang, lemas dan hilang kemampuan dalam mencium bau. Sebaiknya Bunda pastikan  kucing kesayangan mendapatkan nutrisi yang baik, sebab kucing dengan kekebalan tubuh rendah rentan terkena penyakit ini.

11. Feline Immunodefisiensi Virus

Bunda, untuk virus yang satu ini biasanya tidak menunjukkan gejala khusus. Beberapa tahun kemudian, seiring berjalannya waktu baru akan terlihat gejalanya. Penyakit Feline Immunodefisiensi bisa membuat kekebalan tubuh kucing menjadi menurun sehingga rentan terserang berbagai penyakit lain.

12. Feline Infectious Peritonitis

Untuk virus yang satu ini biasanya menular melalui air liur maupun feses. Penyebabnya adalah virus Feline Coronavirus (FCoV). Sistem kekebalan tubuh yang baik bisa memperlambat proses infeksi virus ini. Sebaiknya Bunda konsultasikan masalah tersebut dan perhatikan juga tingkat asupan makanan supaya kekebalan tubuh kucing tidak menurun.

13. Virus Panleukopenia

Penyakit ini dapat membunuh kucing yang terinfeksi. Virus Panleukopenia umumnya menyerang sistem kekebalan tubuh. Biasanya gejala yang timbul seperti diare, penurunan berat badan, muntah, lemas dan dehidrasi. Penyakit ini juga dapat menulari kucing yang sehat.

14. Kurap

Penyebab penyakit yang satu ini adalah spesies microsporum canis atau trichophyton mentagrophytes. Gejala yang umum biasanya berupa kulit bersisik dan munculnya benjolan kering. Kucing yang terkena penyakit ini bisa diatasi dengan obat anti jampur tentunya. Sebaiknya Bunda perhatikan dengan baik tingkat kebersihan tubuh kucing kesayangan supaya tidak terinfeksi jamur.

Mempunyai hewan peliharaan memang menyenangkan yah Bunda, tetapi sebaiknya kita juga perhatikan dengan baik kondisi kesehatannya ya. Lebih bagus lagi jika kita rutin memeriksakan kesehatan kucing kita supaya terhindar dari penyakit. Tentu kita punya tanggungjawab untuk merawatnya sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang.

Baca ini juga Si Kecil Minta Hewan Peliharaan? Jangan dilarang yah Bunda!

4 COMMENTS

  1. Penyakit pada kucing bisa tergantung sama jenisnya gk sih ??
    Karna kucing jenis tertentukan dibutuhkan perawatan yg intens ??

  2. Penyakit2 kucing ini bisa nularin kemanusia gk ?? Saya mau pelihara kucing tapi takut soalnya saya alergi bulu

LEAVE A REPLY