Kebanyakan orang beranggapan bahwa menikah sudah lama, maka keluarga akan aman dari perceraian. Berbeda dengan mereka yang usia pernikahannya baru seumur jagung, biasanya akan ada banyak konflik karena tengah sama-sama menyesuaikan diri. Namun, pada kenyataannya ada pula mereka yang sudah menikah lama dan menjalani hidup berdampingan selama bertahun-tahun, malah memutuskan untuk berpisah. Perceraian sendiri merupakan hal yang sebisa mungkin dihindari oleh setiap pasangan dalam berumah tangga. Dampak dari perceraian bisa buruk bagi si kecil lho, Bunda! Ditakutkan nanti dapat membuatnya trauma secara psikis.

Untuk itu, bagi setiap pasangan diharapkan sebisa mungkin menghindari perceraian. Berikut ini hal-hal yang harus Bunda dan suami lakukan untuk menjaga keutuhan rumah tangga:

1. Lebih Terbuka Terhadap Pasangan

Sepasang suami-istri harus sebisa mungkin bersikap terbuka. Jangan sampai ada hal yang disembunyikan yang nantinya dapat menimbulkan perasaan curiga sehingga membuat hubungan menjadi terganggu. Biasakan diri untuk selalu berkata jujur kepada pasangan kita dan ceritakan segala masalah yang mengganggu pikiran. Mintalah pendapat pasangan kita tentang segala hal yang akan kita lakukan demi menjaga keutuhan rumah tangga.

Selain itu, kesalah pahaman pasangan terhadap kita bisa menimbulkan perasaan kecewa yang berkepanjangan jika kita tidak segera menyelesaikannya dan mulai membuka diri. Saling terbuka ini menjadi salah satu kunci rumah tangga tetap utuh yah Bunda.

2. Menerima Kelebihan dan Kekurangan

Sebagai seorang pasangan yang telah berjanji akan hidup bersama-sama, tentu saja suami-istri harus bisa menerima dan memahami kelebihan serta kekurangan masing-masing. Jangan jadikan kekurangan pasangan kita sebagai penghambat dalam hubungan, tetapi cobalah untuk melengkapinya sehingga keluarga menjadi harmonis.

Bukan hanya pasangan saja yang punya kekurangan, diri kita juga sama. Oleh karena itu, kita harus saling menghargai perasaan pasangan kita dan jangan sampai membuatnya sakit hati karena ucapan atau tindakan kita. Di balik kekurangan pasangan, tentu juga ada kelebihan yang patut untuk kita syukuri.

3. Meminta Maaf

Jangan gengsi atau malu untuk meminta maaf lebih dahulu apabila kita salah yah Bunda. Pasangan kita tentu akan menghargai permintaan maaf kita, karena kita telah berhasil mengalahkan ego. Dengan meminta maaf juga kita dianggap lebih bisa menghargai pasangan. Meminta maaf juga dapat membuat hubungan yang hampir retak kembali membaik.

Jangan lupa juga untuk mengoreksi diri sendiri dan belajar dari kesalahan sebelumnya supaya kita menjadi pasangan yang lebih baik lagi.

4. Setia

Jika kita ingin hubungan utuh, maka harus saling setia. Jangan sampai tergoda dengan orang ketiga yang bisa merusak rumah tangga dan membuat anak-anak menjadi korban dari keegoisan kita. Meskipun hubungan dalam rumah tangga diuji masalah, sebaiknya tetap setia hingga maut memisahkan sebab kesetiaan menjadi pondasi yang kuat dalam rumah tangga.

Karena itu untuk dapat setia, jangan jadikan rumah tangga bersama pasangan sebagai beban, tetapi jadikan sebagai ladang ibadah yakni di mana ada banyak keberkahan di dalamnya. Sebuah hubungan yang membuat kita merasa aman dan damai.

5. Berikan Ruang Untuk Pasangan

Setiap pasangan pasti pernah merasakan jenuh terhadap suatu hubungan. Merasa bosan dengan segala hal yang itu-itu saja. Karena itu cobalah untuk memberikan ruang kepada pasangan kita supaya dia tidak merasa terus-menerus dikekang dan terkurung.

6. Hindari Masalah Kecil

Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik yah Bunda. Jangan jadikan masalah kecil sebagai sumber perkara yang dapat merusak rumah tangga. Kita sebisa mungkin harus hindari masalah-masalah kecil supaya hubungan tetap aman dan harmonis. Bunda juga harus pandai-pandai meminimalisir keadaan supaya tetap terasa hangat. Setiap pasangan diharapkan mampu mengendalikan emosi sehingga tidak mudah panas dengan masalah-masalah kecil yang mengganggu.

7. Jalin Komunikasi

Komunikasi terhadap pasangan harus selalu lancar yah Bunda. Sering-seringlah mengobrol dengan pasangan kita dan buat suasana terasa hangat. Ketika ada masalah pun, jika komunikasi terjalin dengan baik, maka akan bisa terselesaikan. Pasangan kita pasti akan memberikan saran atau pendapat kepada kita tentang jalan keluarnya bahkan mungkin tanpa kita minta.

Di dalam rumah tangga, tentu suami-istri saling belajar. Belajar memahami, belajar bersikap baik, belajar mengendalikan ego, belajar berbagi dan sebagainya. Meskipun nyatanya setiap hubungan pasti memiliki masalah. Karena itu setiap pasangan harus sebisa mungkin menjauhi hal yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga. Walaupun usia pernikahan sudah lama, bukan tidak mungkin tidak terjadi perceraian. Nah, berikut ini hal-hal yang membuat pasangan yang sudah lama menikah akhirnya memutuskan untuk bercerai:

1. Perselingkuhan

Tidak peduli usia pernikahan masih baru ataupun sudah lama, jika salah satu pasangan telah berkhianat maka perceraian tidak dapat dihindarkan lagi. Perselingkuhan menjadi hal paling utama yang membuat rumah tangga hancur, bahkan dalam sekejap saja. Merasa sakit hati dan kecewa karena pasangan telah mendua, akan meninggalkan luka yang mendalam. Karena itu, jauhilah perselingkuhan supaya rumah tangga Bunda dan suami tetap utuh dan harmonis.

2. Ingin Sendiri

Setelah sekian lama hidup selalu ditemani, ada saatnya perasaan menginginkan sendiri saja. Menjalani hidup sendirian dan memandang dunia dari sudut pandang yang berbeda. Sudah bukan lagi cinta yang ingin dikejar, tetapi kebebasan. Perasaan seperti ini dapat menimbulkan perceraian dalam rumah tangga dan akan membuat kita egois karena tidak lagi mementingkan perasaan pasangan.

3. Jenuh

Ketika anak-anak sudah beranjak dewasa dan memulai kehidupan mereka masing-masing, orang tua merasa jenuh dengan kehidupan yang begitu saja. Tidak ada lagi yang diperjuangkan, tidak ada lagi yang menemani di rumah selain pasangan kita. Jenuh dengan hidup yang sudah tidak menantang dan tidak butuh perjuangan lagi, sehingga akhirnya memutuskan untuk berpisah saja dari pasangan.

Perceraian bisa saja terjadi di semua rumah tangga yah Bunda. Karena itu, untuk dapat menjauhinya, cobalah ketika Bunda atau pasangan merasa jenuh dengan kehidupan yang sekarang, ingat lagi bagaimana dulu kalian menghabiskan waktu berdua. Berjuang bersama-sama mendirikan rumah tangga yang bahagia dan mendidik anak-anak. Ingat bahwa Bunda dan pasangan telah menghabiskan banyak waktu bersama di dalam hidup ini. Serta ingat bagaimana perjuangan pasangan dalam mempertahankan rumah tangga dan perjuangan belajar menjadi pasangan yang baik untuk kita.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY