Halo, Bunda. Setiap wanita yang sudah puber pasti mengalami haid atau menstruasi ya. Haid sendiri merupakan pendarahan di uterus yang terjadi secara periodik. Kondisi ini sangat normal terjadi pada wanita yang telah puber. Seorang anak perempuan yang berusia belasan tahun, biasanya mulai mengalami haid pertamanya. Haid sendiri umumnya terjadi selama 2 – 7 hari dengan jangka waktu antara 28 hingga 36 hari setiap siklusnya dan berlangsung sebanyak 11 sampai 13 kali dalam setahun. Meskipun begitu, setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda-beda. Tergantung dengan hormon dan beberapa hal lain yang t`urut berpengaruh. Ada wanita yang mengalami siklus haid lebih cepat, ada pula wanita yang mengalami siklus haid lebih lambat.

Penyebab Siklus Haid Tidak Teratur

Siklus haid tidak teratur bila terjadi kurang dari 25 hari atau lebih dari 35 hari nih, Bunda. Nah, berikut beberapa faktor penyebab siklus haid tidak teratur.

1. Pola Hidup

Bunda, pola hidup kita bisa mempengaruhi siklus haid. Saat Bunda terlalu sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti makanan siap saji, maka berat badan akan mengalami peningkatan secara  berlebihan atau obesitas. Hal ini bisa menyebabkan haid menjadi tidak teratur. Sebaiknya perbanyak mengonsumsi buah dan sayur serta rajin mengonsumsi air putih nih Bunda. Hindari juga stres dan kurang tidur karena bisa mempengaruhi siklus haid. Intinya pola hidup yang tidak sehat membuat siklus haid Bunda menjadi tidak teratur.

Baca Juga : Sebaiknya Jauhi, Ini Bahaya Insomnia untuk Kesehatan!

2. Masalah Pada Tiroid

Hormon tiroid merupakan hormon yang membantu mengendalikan siklus haid. Jika hormon tiroid bermasalah, maka siklus haid pun akan terganggu. Kelebihan maupun kekurangan hormon tiroid dapat membuat darah haid menjadi lebih sedikit maupun lebih banyak. Gangguan ini juga dapat menyebabkan haid berhenti. Bahkan jika gangguan tiroid menyebabkan masalah pada sel telur wanita, maka bisa memicu risiko untuk mengalami menopause dini.

3. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon mempengaruhi siklus menstruasi. Ada dua hormon pada wanita yang berperan penting. Satu, hormon estrogen, di mana hormon ini berfungsi untuk kesuburan dan siklus haid. Lalu ada hormon progesteron, hormon dini membantu mengatur sistem reproduksi wanita dalam menyiapkan kehamilan. Ketidakseimbangan hormon biasanya disebabkan oleh pubertas, melahirkan, menyusui dan menopause. Di mana kadar estrogen dan progesteron berubah-ubah karena fase-fase ini. Sehingga kemudian siklus haid menjadi sulit untuk ditebak. Selain itu, ketidakseimbangan hormon juga bisa disebabkan oleh stres dan alat kontrasepsi. Bunda, kadar hormon yang telalu sedikit maupun berlebihan dapat mempengaruhi bagian otak kita yang bertugas mengatur menstruasi.

Untuk wanita masih berusia muda, tidak teraturnya siklus haid bisa disebabkan oleh kurang matangnya jalur hormonal dari otak ke indung telur. Namun, seiring berjalannya waktu, siklus haid akan semakin teratur.

4. Perubahan Berat Badan Secara Drastis

Perubahan berat badan, baik itu kenaikan maupun penurunan secara drastis juga bisa mempengaruhi siklus haid nih Bunda. Saat mengalami penurunan berat badan secara drastis, maka produksi hormon estrogen akan terhambat. Nah, saat mengalami kenaikan berat badan secara drastis, tubuh justru akan menghasilkan  hormon estrogen terlalu banyak. Kadar hormon estrogen sendiri seperti yang kita tahu berpengaruh pada proses pelepasan indung telur dalam tubuh.

Baca Juga : Berat Badan Susah Sekali Turunnya, Ini Kiat Supaya Badan Sehat dan Langsing.

5. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS merupakan salah satu kelainan. Biasanya wanita yang mengalami sindrom ini disebabkan karena kelebihan hormon laki-laki. Gejala ini ditandai dengan adanya kista pada indung telur. Nah, kista tersebut yang membuat wanita dengan sindrom PCOS menjadi susah untuk melepaskan sel telur setiap bulannya karena hormon testosteron meningkat melebihi batas normal.

6. Alat Kontrasepsi

Seperti yang kita ketahui, penggunaan alat kontrasepsi seperti spiral, pil KB dan suntik KB dapat mempengaruhi siklus haid seorang wanita. Spiral sendiri menyebabkan darah haid yang keluar lebih banyak dari biasanya. Sementara itu, pada awal penggunaan pil KB, darah haid akan keluar sedikit, tetapi akan berhenti pada beberapa bulan penggunaan.

7. Amenorrhea

Amenorrhea ini merupakan gangguan reproduksi yang ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi pada satu periode. Nah, ada dua jenis amenorrhea nih Bunda. Pertama amenorrhea primer, kondisi di mana seroang remaja perempuan belum juga mengalami haid ketika usia sudah memasuki waktu puber. Kedua, ada amenorrhea sekunder, di mana seorang wanita dalam kondisi subur tidak mendapatkan haid lagi setelah 6 bulan dari haid terakhir.

8. Kanker Rahim

Terhambatnya siklus menstruasi juga bisa menjadi tanda dari kanker rahim nih Bunda. Nah, pada saat sudah stadium lanjut, kanker rahim bisa menyebabkan pendarahan yang sangat banyak, melebihi menstruasi ada umumnya. Meskipun begitu, telat haid tidak selalu menjadi tanda kanker rahim, sebab masih ada tanda-tanda lain seperti misalnya mudah lelah, berat badan turun, mual, dan nyeri saat buang air kecil.

9. Kehamilan

Kehamilan juga bisa ditandai dengan terlambatnya haid nih Bunda. Jika Bunda mengalami terlambat haid padahal sudah waktunya, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah Bunda hamil atau tidak. Kehamilan sendiri sangat umum terjadi pada wanita dengan usia subur atau produktif. Di mana sel telur yang dibuahi oleh sel sperma kemudian membentuk sebuah janin di rahim.

10. Menopause

Seiring bertambahnya usia, indung telur semakin sedikit memproduksi hormon kewanitaan yah Bunda, sehingga akhirnya tidak lagi melepaskan sel telur. Nah, hal ini disebut dengan menopause. Jika seorang wanita tidak lagi mengalami haid selama 12 bulan, maka sudah bisa disebut fase menopause nih. Biasanya fase ini terjadi pada wanita yang sudah berusia 40 ke atas. Meskipun begitu, ada beberapa kasus di mana wanita mengalami menopause lebih dini.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY