Bagi Ayah Bunda yang memiliki dua anak atau lebih pastinya sering menghadapi pertengkaran anak dengan saudaranya. Dalam kondisi ini diperlukan kebijaksaan dalam menghadapi pertengkaran antar saudara ini.

Untuk menghadapi situasi ini Ayah Bunda sebaiknya memahami terlebih dahulu penyebab pertengkaran anak. Kalau pertengkaran biasa seperti berebut makanan atau mainan umumnya tidak terlalu membuat pusing kepala. Nah, persoalan biasanya muncul kalau pertengkaran anak disebabkan oleh perbedaan kepribadian, cemburu karena merasa orang tua lebih sayang kepada saudaranya, atau ada anak yang merasa tidak berharga karena ia tidak sehebat saudaranya.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi pertengkaran pada Anak:

1. Cara mengatasi pertengkaran yang pertama adalah meminta mereka untuk tenang. Tenang adalah tahap awal resolusi konflik dan jadi hal sulit bagi anak yang masih emosional. Minta mereka untuk duduk dengan tenang. Ajari anak mengatur nafasnya dengan mengambil nafas dalam-dalam  dan mengeluarkannya lewat mulut. Ulangi tahap ini sampai anak tampak tenang dan bisa bernafas dengan baik.


2. Jelaskan pada anak bahwa semua anak sama pentingnya dan memiliki keistimewaan masing-masing. Ayah Bunda  perlu menjelaskan pada anak bahwa seluruh anggota keluarga adalah tim dalam keluarga. Jadi diperlukan tim yang baik dan solid dalam menyelesaikan suatu permasalahan, cari solusi yang terbaik untuk mereka, sehingga mereka dapat menyelesaikan masalah tanpa berlarut-larut.

3. Bersikap adil adalah hal penting yang harus Ayah Bunda lakukan kepada Anak. Jika Ayah Bunda  terus memihak pada satu dan menyalahkan yang lain, yang satu akan bergantung sementara yang lain akan merasa dirinya seperti pengganggu. Sehingga dapat menimbulkan Konflik baru dalam persaudaraan mereka bahkan dapat menimbulkan persaingan sengit.
Jadilah objektif dengan berusaha tidak berdebat tentang siapa yang memulai atau siapa yang harus disalahkan. Biarkan anak-anak menyelesaikannya.

4. Jika konflik menjadi adu fisik, Ayah Bunda harus segera turun tangan dan mendorong anak untuk berbicara. Setiap anak harus menceritakan versinya masing-masing. Dengarkan cerita anak dari kedua sisi dengan baik tanpa mencoba menghakimi sebelum cerita mereka selesai. Ajari juga anak untuk saling mendengar pendapat masing-masing.


5. Tanyakan pada anak beberapa solusi untuk menyelesaikan pertengkaran. Pada masa konflik seperti ini anak-anak bisa diajarkan untuk berempati kepada saudaranya. Cobalah untuk mengajari anak untuk menempatkan dirinya pada posisi saudaranya maupun sebaliknya. Setelah itu tanyakan pada mereka solusi apa yang harus dilakukan agar mereka dapat berdamai kembali.

6. Ajarkan anak untuk saling Minta Maaf dan Memaafkan. Permintaan maaf yang baik tidak menggunakan alasan, tetapi diucapkan dengan tulus, permintaan maaf tidak harus selalu diungkapkan dengan lisan bisa juga dalam bentuk surat permintaan maaf  sehingga anak bisa menyimpannya dan sewaktu waktu dapat dilihat sebagai pengingat.

Dalam sebuah pertengkaran yang terjadi antar saudara,  peran Ayah Bunda sebagai orang dewasa bagi anak adalah sebagai fasilitator. Bukan sebagai tameng anak maupun jadi yang membela salah satu pihak. Oleh karena itu, sangat penting juga bagi Ayah Bunda untuk mengajarkan anak dalam mengatasi pertengkaran. Mengajari anak mengatasi masalahnya sendiri itu lebih baik daripada memberi tahu mereka solusi atas masalahnya. Menjadi orangtua bukanlah pekerjaan yang mudah tapi bukan berarti amat sulit untuk dilakukan, jadilah teladan bagi anak, bukankah anak adalah peniru nomor satu ?

1 COMMENT

LEAVE A REPLY