Bunda, menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrigo menyatakan bahwa virus corona yang sekarang tengah mewabah di dunia ini merupakan virus corona ke 7 yang menginfeksi manusia.  Virus corona sendiri ternyata telah ditemukan sejak pertengahan tahun 1960-an. Sebenarnya virus ini biasa ditemukan pada hewan, tetapi menyebar ke manusia sehingga menjadi virus yang baru.

Virus corona terbagi menjadi empat sub-kelompok utama yang biasa dikenal dengan alfa, beta, gama dan delta. Nah, virus corona yang telah ditemukan menular dari hewan ke manusia sendiri ada tipe alfa dan beta. Ada empat 4 virus corona tipe alfa yang sejauh ini telah menyerang manusia, yaitu HCoV-229E, HCoV-NL63, HCoV-OC43 dan HCoV-HKU1. Sementara corona beta sudah ada 3 yang diidentifikasi nih yakni SARS, MERS-CoV dan 2019nCoV.

1. HCoV-229E (alpha coronavirus)

Bunda, virus ini pertama kali dilaporkan menginfeksi manusia sekitar tahun 1960-an. HCoV-229E merupakan anggota subgenus duvinacovirus, jenis virus yang umum menyebabkan flu. Gejala virus HCoV-229E ini memang menyerupai flu biasa. Biasanya virus ini menyerang anak-anak dan mereka yang berusia lanjut. Namun, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa karena virus tersebut.

2. HCoV-NL63 (alpha coronavirus)

Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan pada 25 Mei 2010 oleh USKUP National Library of Medicine National Institutes of Health, virus HCoV-NL63 pertama kali ditemukan menginfeksi manusia pada tahun 2004. Saat itu virus ini menyerang seorang bayi berusia tujuh bulan di Belanda, lalu virus tersebut pun menyebar ke berbagai negara yang lain. Umumnya gejala yang terjadi berupa masalah pernapasan dan batuk ringan, lalu ada demam atau rhinorrhoea. Namun bisa juga terjadi gejala yang cukup serius seperti bronchiolitis. Biasanya virus ini lebih rentan menyerang anak-anak atau orang dengan kelainan imun.

3. HCoV-OC43 (beta coronavirus)

Virus corona HCoV-OC43 merupakan virus corona yang lebih umum terjadi di beberapa dunia. Sementara itu, penelitian terbaru sendiri mengatakan bahwa virus ini dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan bawah yang para pada anak-anak. Infeksi virus ini paling banyak ditemukan saat musim dingin.

4. HCoV-HKU1 (beta coronavirus)

Pada tahun 2005, pasien di Hongkong dinyatakan terinfeksi virus ini. Gejala virus ini sama dengan virus corona yang lain, seperti adanya infeksi saluran pernapasan atas. Gejala lainnya yang bisa timbul seperti bronchiolitis akut dan asthmatic axacerbation. Biasanya orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami demam dalam kurun waktu satu sampai tujuh hari.

5. MERS-CoV atau Middle East Respiratory Syndrome corona virus (beta coronavirus)

Virus ini pertama kali dilaporkan terjadi di Arab Saudi pada tahun 2012. Kemudian sampai 1 Agustus, terjadi 94 kasus dan 47 orang meninggal dunia. Negara yang terjangkit virus ini meliputi Arab Saudi, Qatar, Inggris, Yordania, Ini Emirat Arab, Jerman, Italia, Perancis dan Tunisia. WHO sendiri menyebutkan bahwa unta menjadi hewan yang menularkan virus tersebut ke manusia.

6. SARS-CoV atau Severe Acute Respiratory Syndrome (beta coronavirus)

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, kasus infeksi virus SARS-CoV muncul pertama kali di China Selatan pada November 2002. Biasanya virus ini menyebabkan sindrom pernapasan akut parah atau SARS. Virus SARS-CoV ditularkan oleh kelelawar ke hewan lain sampai akhirnya menginfeksi manusia.

7. SARS-CoV 2 atau Covid-19

Virus yang tengah mewabah sekarang ini berasal dari kota Wuhan di China pada Desember 2019. Gejala COVID-19 bisa muncul dalam jangka waktu 2 hari hingga 2 minggu setelah sesorang terinfeksi. Gejala yang dialami biasanya berupa flu, demam, batuk, sesak napas, kesulitan bernapas, gagal ginjal hingga kematian. Umumnya virus ini menyebar melalui percikan air liur orang yang terinfeksi. Sebaiknya tidak menyentuh wajah, terutama mata, hidung dan mulut saat kondisi tangan dalam keadaan tidak bersih. Sementara itu, WHO menyatakan bahwa COVID-19 juga bisa menular melalui aerosol atau partikel zat di udara.

Jangan lupa untuk sering cuci tangan ya, Bunda. Juga hindari kerumunan demi minimalisir terjadinya penularan. Sebaiknya menggunakan masker jika memang ada keperluan mendesak di luar. Semoga kita sehat-sehat selalu yah Bunda.

LEAVE A REPLY