Biasanya Khitan/Sunat dilakukan ketika anak berusia 9-12 tahun. Bahkan beberapa orangtua melakukan Khitan pada anaknya di usia yang lebih muda. Melalui Khitan/sunat, seorang anak sejak dini diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan badan terutama alat kelaminnya.


Tak hanya itu, sunat dilakukan untuk beberapa alasan misalnya alasan kesehatan. Dari sudut pandang medis, seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran, khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan bau yang tidak sedap. Bahkan menurut penelitian, orang yang tidak disunat lebih besar resikonya terkena infeksi yang berakibat pada terjangkitnya berbagai penyakit diantaranya yang paling menghawatirkan adalah Kanker Penis. 


Metode sunat dewasa ini semakin berkembang, ada beberapa teknik baru yang dipakai selain metode konvensional bedah sirkumsisi. Jika Ayah dan Bunda bingung menentukan metode yang anda pilih buat se kecil kesayangan Berikut ini adalah beberapa metode yang perlu diketahui.


1. Metode Sirkumsisi atau Konvensional
Sunat dengan metode ini dilakukan dengan cara memotong langsung kulup dengan alat potong, seperti gunting atau pisau bedah. Metode sunat ini telah digunakan sejak lama dan masih banyak digunakan saat ini.


Kelebihan Metode Sirkumsisi:
● Minim risiko 
● Dapat dilakukan untuk pasien segala usia
● Dapat diterapkan pada anak Autis atau Hiperaktif


Kekurangan Metode Sirkumsisi:
● Proses penyembuhan metode ini lumayan lama 
● Membutuhkan perawatan di rumah yang lebih saksama
● Meninggalkan luka jahitan bekas sunat
● Luka tidak boleh terkena air selama beberapa hari


2. Laser (Electrical Cauter)
Sunat laser pada prosesnya menggunakan electric cauter. Prosesnya pun cepat hanya sekitar lima menit dan tanpa dijahit. Proses yang dilakukan adalah menggunakan bius lokal. Kulit akan dijepit dan ditarik lurus, searah jam 12 dan jam 6 menggunakan klem kecil. Lalu kelebihan kulit kemudian dijepit melintang menggunakan klem besar lalu  dipotong dengan kawat panas. 


Kelebihan dari metode Laser:
●Perdarahan dan jahitan minimal
●Lama penyembuh relatif lebih cepat dibanding metode konvensional
●Hanya memerlukan waktu 15-30 menit


Kekurangan Metode Laser: 

●Prosedur harus dilakukan oleh dokter bedah. Jika tidak dilakukan dengan benar, penis dikhawatirkan dapat menutup kembali.
● Jika dilakukan pada balita, dokter mungkin akan menyarankan bius total
●Dapat menimbulkan luka bakar 
●Area yang terpotong akan terasa panas.


3. Metode Klamp
Sunat klamp adalah metode sunat dengan menggunakan clamp alias klem, yakni tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi sesuai dengan ukuran penis. Prinsip sunat klamp adalah dengan menjepit kulit penis (kulup) menggunakan alat sekali pakai, kemudian kulup tersebut dipotong dengan pisau bedah tanpa dijahit.


Kelebihan dari metode Klamp:
● Proses sunat klamp sangat cepat sekitar 7-10 menit 
● Anak tidak merasakan sakit ketika disunat
● Bisa langsung memakai celana dan beraktivitas seperti biasa usai disunat
● Tidak memerlukan jahitan
● Luka sunat boleh kena air


Kekurangan Metode Klamp:

●Alat terpasang selama 5 hari
●Resiko robekan kulit jepitan setelah alat dilepas
●Kadang sayatan kulup mengenai pembuluh darah sehingga bagian tersebut bisa berdarah
●Potongan kulup yang tidak sempurna 


4. Metode Stapler
Sunat dengan metode Stapler umumnya dilakukan pada pria remaja dan dewasa. Caranya dengan menggabungkan metode potong serta jahit dengan alat stapler berbentuk lonceng pada bagian dalam untuk melindungi kepala penis. Selanjutnya, ada lonceng lain di luar yang punya pisau bundar untuk memotong kulup.


Kelebihan Metode Stapler :
● Kelebihan jahitan yang lebih kuat
● Minim pendarahan 


Kekurangan Metode Stapler:
● Harga metode stapler terbilang mahal.
● Stapler yang digunakan berisiko menggantung di kepala penis

● Kurang cocok jika diterapkan pada anak autis ataupun hiperaktif 


Ayah dan Bunda metode Khitan/Sunat apa pun yang Anda pilih, ada kemungkinan beresik, tetapi bila dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten resiko tersebut sangat kecil kemungkinannya. Ingat yah apapun yang ingin kita kerjakan jika diawali dengan niat yang baik Insha Allah hasilnya baik. Semoga artikel ini membantu Ayah Bunda untuk memilih metode khitan/sunat si kecil.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY