Karantina menjadi kewajiban bagi siapa saja yang datang dari Luar negri saat Pandemi. Bahkan kini Pemerintah kembali mengeluarkan aturan terbaru terkait masa karantina terbaru untuk masyarakat yang kembali dari luar negeri saat pandemi Covid-19. Kebijakan ini diterbitkan melalui Adendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Berdasarkan Adendum Surat Edaran tersebut di atas, masa karantina Covid-19 terbaru berlaku selama 10 hari. Kebijakan ini mulai berlaku sejak Jumat (3/12/2021) hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan masa karantina terkait pandemi Covid-19 terbaru serta laju penyebaran kasus virus corona.

Seluruh masyarakat yang kembali dari luar negeri, baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) harus mengikuti beberapa persyaratan. Masyarakat yang baru datang dari luar negeri harus melakukan uji usap ulang untuk rapid test (RT) dan polymerase chain reaction (PCR). Kemudian wajib menjalani karantina selama 10 x 24 jam. Sedangkan kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia harus melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 10 x 24 jam.

Atas kebijakan ini apa sih yang dirasakan oleh masyarakat yang harus karantina sepulang dari luar negri? Kami mewawancarai seorang Ibu yang pulang dari Turki beberapa waktu lalu, menurutnya karantina itu perlu. “Menurut aku perlu banget, karena dari yang aku lihat kemarin. Kondisi di dalam pesawat itu banyak penumpang yang nakal, mereka lepas masker selain dalam kondisi makan. Dan tidak semua penumpang taat prokes,” ujar Efruni yang menjalani penerbangan berdua dengan anaknya.

Seperti kita tahu angka penyebaran Virus Covid 19 masih tinggi di tanah air, karena itu pemerintah masih memberlakukan karantina bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar negri. Bagi Bunda yang ingin melakukan perjalanan ke luar negri selama pandemi, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan :

  1. Kesehatan Tubuh

Pastikan kesehatan Bunda dalam keadaan baik, tubuh sedang fit dan prima. Jangan sampai Bunda bepergian dalam kondisi kesehatan yang kurang baik karena ini akan meningkatkan risiko terserang penyakit.

  • Protokol Kesehatan

Prosedur protokol kesehatan di semua negara pada prinsipnya sama. Pakai masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan dan hindari kerumunan. Jadi gunakan maskermu dimanapun, tak lupa membawa masker cadangan dan cairan pembersih tangan selama bepergian.

  • Dokumen Kesehatan

Sertifikat Vaksinasi Covid 19 kini menjadi salah satu syarat utama sebelum melakukan perjalanan. Ada negara yang hanya menerima pendatang dengan vaksinasi komplet, ada yang yang membolehkan jika baru divaksinasi satu kali. Tentu surat keterangan hasil tes Covid-19 dan jenis tes yang disyaratkan negara tujuan.

  • Dokumen Perjalanan

Paspor, tiket, dan jangan lupa polis asuransi perjalanan. Ada banyak polis asurnasi perjalanan dengan berbagai pertanggungan, seperti biaya pengobatan hingga pertanggungan pembatalan jika tidak dapat bepergian. Menurut Efruni ada baiknya kita riset dulu sebelum melakukan perjalanan luar negri karena ada beberapa peraturan baru semenjak pandemi.

“Sebelumnya aku sempet cari dulu di youtube tentang kondisi di Bandara saat pandemi karena bawa anak kecil dan cuma berdua. Karena  pandemi semua peraturan jadi lebih ketat sama prokes, banyak dokumen yang harus disiapin. Yang biasanya klo ke luar negri cuma siapin paspor n visa. Sekarang banyak banget yang disiapin. Paspor, visa, hasil pcr, e-hac, sertifikat vaksin. Jadi semua dokumen diperiksa ditempat kita check in. Dan menurut aku bandara soetta sudah termasuk ketat soal prokes dan dokumen. Karena sesampai aku di istanbul Airport, nggak ada pcr nggak ada karantina. Yang penting kita udah pegang e-hac. Mungkin itu salah satu kenapa banyak orang pilih liburan ke Turki,” terang Efruni.

  • Perangkat Digital

Pastikan memori telepon selularmu masih banyak. Karena kamu perlu mengunduh berbagai aplikasi perjalanan yang bisa jadi disyaratkan oleh negara tujuan dan selama menggunakan fasilitas publik di sana.

  • Hotel Karantina

Upayakan pesan hotel untuk karantina sebelum kamu berangkat. Karena perjalanan luar negri di tanah air saat ini sedang meningkat, karena itu ketersediaan hotel semakin sedikit. Hal itu diiyakan oleh Runi, menurutnya saat perjalanannya kemarin masih cukup sepi beda kondisi sekarang dimana peraturan karantina berubah lagi. “Jadi memang sebelum mau pulang harus udah pesen hotel buat karantina. Paling nggak 3 hari sebelum pulang. Kalau kemarin pas aku mau pulang, itu lagi gampang cari hotel. Nah pas kemarin waktu karantina jadi 7 hari, itu katanya udah mulai susah cari hotel, jelasnya.

Efruni bersama anaknya saat di Turki

Lalu Bagaimana sih Prosedur Karantina?

Saat kamu sudah tiba di Indonesia kembali, bagaimana prosedur karantina yang akan ditempuh? Berikut penjelasannya. Saat tiba di pintu kedatangan kita akan melewati beberapa pemeriksaan. Pertama petugas akan mengecek paspor dan boarding pass kamu. Di bagian pemeriksaan kedua, kamu akan dimintai kembali paspor dan boarding pass untuk mendapatkan barcode, yang nantinya barcode tersebut akan terkoneksi ke pihak hotel tempat kamu karantina. 

Selanjutnya di bagian ketiga kamu akan diminta hasil test PCR sebelum keberangkatan dan data vaksin lengkap. Setelah semua pemeriksaan selesai kamu akan tiba di pos PCR test. Hasil test PCR kamu akan dikirimkan ke hotel. Untuk itu kamu akan ditanya akan karantina dimana. Bagaimana bila hasil tes-nya positif? Menurut Riri dalam penjelasan di postingan instagramnya @riri_artakusuma “hasil test PCR akan diinfokan oleh satgas di bandara ke pihak hotel. Jika hasilnya positif maka saat itu juga akan diinfokan, sementara jika negatif kamu bisa tenang saja tanpa dapat info apa-apa,” tulis Riri yang baru kembali dari Maryland, Amerika Serikat.

Bila sudah selesai kamu bisa mengambil koper bagasi kamu dan siap menuju hotel karantina. Namun sebelum keluar bandara kamu akan diperiksa kembali oleh petugas imigrasi.

Bagaimana suasana saat Karantina? Apakah benar membosankan? 

Ini adalah proses yang mesti dilalui saat Bunda datang dari luar negri, ya, Karantina. Kurang lebih selama 7-10 hari kita mesti ‘mendekam’ di dalam hotel atau tempat karantina sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Covid 19.  Apa saja ketentuan saat karantina di hotel ini, yang jelas hal itu dilakukan untuk memastikan agar tamu tidak keluar dari hotel selama proses karantina.

Hal pertama saat sampainya di hotel, kita akan diberikan gelang yang akan dipakai selama masa karantina. Di hotel tidak boleh keluar, harus ada di dalam kamar saja. Tidak boleh satu kamar kecuali suami istri atau anak. Ibu dan anak, bapak dan anak jelas dibuktikan dengan dokumen resmi,terang Vivi Herlambang, Koordinator Hotel Repatriasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Selain itu ada aturan tidak boleh memesan makanan dari luar, terima makanan dari siapapun dan hotel sudah menyiapkan. Namun peserta karantina boleh memesan di luar jam makan melalui room service. Dengan ketentuan itu memang rasanya bosan yah kalau harus menjalani karantina berhari-hari, karena Bunda tidak bisa kemana-mana, seperti yang diungkapkan Efruni yang sedikit kewalahan karena menjalani karantina bersama anak.

“Jadi hari pertama kita karantina, kita nggak bisa tidur masih jetlag. Kalau suamiku mungkin karena sambil kerja jadi nggak terlalu bosan sama suasana karantina. Tapi kalau bawa anak-anak, ini agak menguras emosi. Karena jadi lebih cranky, di satu sisi kita masih kurang istirahat karena di pesawat nggak bisa benar-benar tidur pulas, karena kondisi cuaca sering banget turbulensi. Yang pasti rasa bosan itu ada banget. Kegiatan selama karantina, makan, tidur dan nonton itu aja,” terang Runi.

Meski begitu ada juga hal yang menyenangkan dalam proses karantina, dimana Bunda bisa memiliki quality time bersama anak dan suami. Dan yang perlu diperhatikan pihak hotel yakni makanan yang disediakan sebaiknya tetap hangat dan fresh, agar peserta karantina tercukupi kebutuhannya. “Alhamdulillah tempat aku nginap makanannya enak, udah gitu selalu dalam kondisi hangat dan fresh,” terang Efruni. Kita setuju yah kalau makanan bisa meningkatkan semangat perserta karantina dan tentunya juga memperkuat daya tahan tubuh selama masa karantina.

Foto: Efruni

Lalu apa yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki? Ternyata salah satunya Jasa Laundry. “Kalau dari tempat hotel yang kemarin aku karantina mungkin laundry, karena kita cuma bisa laundry baju sehari 5 pieces. Sedangkan kita bertiga. Itu benar-benar kita irit banget ganti baju. Apalagi bawa anak. Anak-anak kan pasti bisa lebih dari 2 kali ganti baju, jawab Efruni.

Meski begitu Efruni mengakui bahwa proses karantina ini memang perlu dijalani untuk menghindari peningkatan angka covid 19 di negara kita. Jangan sampai kita membawa virus yang nantinya akan menyebarkan ke orang lain. Apa syarat keluar karantina, pada saat test PCR sebelum pulang Bunda sudah dinyatakan negatif covid, maka Bunda bisa pulang di hari berikutnya dan dinyatakan lulus karantina. Tetap semangat jalani protokol kesehatan ya Bun, stay safe out there!

LEAVE A REPLY