Dear Bunda, menghadapi anak yang pemarah tentunya bukan tugas yang mudah bagi orangtua, Bunda dan Ayah akan mengalami tekanan baik dari orang lain maupun dari si anak sendiri. Marah sendiri adalah bagian dari perasaan yang normal, yang tidak normal adalah amarah dan emosi yang sudah tidak dapat dikontrol karena hal ini tentunya akan merugikan bagi anak juga orang-orang di sekitarnya.

Ada banyak faktor penyebab anak menjadi pemarah. Beberapa pemicu anak menjadi pemarah adalah :
● Melihat anggota keluarga yang lain juga pemarah
● Mengalami masalah pertemanan yang buruk
● Mengalami kesulitan dengan tugas sekolah
● Merasa cemas, takut, stres tentang sesuatu
● Mengalami perubahan hormon selama masa pupertas

Lalu bagaimana cara orangtua mengatasi kemarahan anak yang terkadang kelewat batas.

1. Ajari anak tentang perasaan
Anak-anak cenderung marah pada saat ia tidak mengerti bagaimana cara penyampaikan keinginannya, untuk itu orangtua perlu mengenali tentang berbagai macam perasaan yang ada dalam tubuh manusia, sedih itu seperti apa, takut itu bagaimana, gembira dll sehingga anak bisa mengekspresikan perasaannya.

2. Beri tahu anak apa yang harus dilakukan pada saat ia marah
Bunda perlu memberi tahu anak apa yang harus ia lakukan pada saat marah. Intruksikan anak untuk mengambil napas pelan, mengingat hal yang lucu atau alihkan marah anak dengan aktivitas yang ia sukai.

3. Ajari anak cara mengelola amarahnya

Gambar: allprodad.com


Salah satu caranya adalah ajarkan anak untuk melatih pernapasanya. Hal ini bertujuan untuk menenangkan pikiran anak saat ia sedang marah.

4. Beri hukuman yang wajar
Beri hukuman atau konsekuensi yang wajar pada saat si anak marah atau mengamuk tidak pada tempatnya. Buat peraturan yang harus ditaati dan perjanjian jika melanggar anak akan mendapat hukuman.

5. Jangan mengalah pada anak yang sedang marah

Gambar: growingearlyminds.org.au


Salah satu cara anak untuk mendapatkan apa yang ia inginkan adalah marah, jika orangtua memberikan apa yang anak mau  si anak akan menyadari bahwa marah adalah tindakan efektif di saat ia menginginkan sesuatu. Oleh karena itu  orangtua harus lebih tegas dan memberi pengertian bahwa ada cara yang lebih positif saat ia menginginkan sesuatu.

6.Seleksi Bacaan dan Tontonannya
Banyak sekali tontonan yang tidak pantas ditayangkan di tv sekarang ini. Banyolan konyol yang merendahkan orang lain bahkan dibungkus dengan dalih  komedi atau lawakan. Temani dan beri penjelasan pada anak kalau tontonan tersebut sudah terlanjur ditonton oleh anak. Yang terbaik adalah mengawasi tontonan mereka temani dan beri penjelasan pada anak tentang tontonan tersebut.

Nah Bunda semoga cara-cara tersebut dapat membantu, semangat yaa.

 

LEAVE A REPLY