Media sosial kini sudah menjadi gaya hidup banyak orang, salah satunya aplikasi yang saat ini sedang booming dikalangan anak-anak, remaja, bahkan dewasa yaitu TikTok. TikTok  sendiri merupakan media sosial dan platform video musik asal Tiongkok. Aplikasi yang  dirilis perdana pada September 2016 ini, mulai populer di Indonesia pada tahun 2018. Namun hal tersebut menuai banyak cibiran sehingga mereka para pengguna dianggap alay. Akan tetapi  pada akhir tahun 2019 aplikasi tersebut kembali populer, karena banyak dari kalangan artis mengunggah keseruannya bermain TikTok. Sehingga saat ini TikTok sendiri merupakan media sosial yang memiliki banyak penguna dari berbagai kalangan.

Sumber Foto: Ayo Jakarta

Pada dasarnya berbagai media sosial yang ada saat ini seperti dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan memiliki pengaruh positif dan juga memiliki  pengaruh negatif. Dengan mewabahnya ‘demam’ TikTok di kalangan masyarakat pastinya pun sama memiliki pengaruh positif dan negatif. Apakah benar bermain TikTok bisa menghilangkan stres?

Berikut dampak positif dan negatif dari TikTok;

1. Jika media sosial yang lain isinya seputar konten sesi curhat,  foto atau video, TikTok seolah membuat gebrakan dengan mengajak penggunanya untuk berkreasi, mulai dari dance, menyanyi, life-hack. Oleh karena berbeda dengan aplikasi yang lain TikTok mendapatkan hati dari penggunanya dari berbagai golongan usia.

2. TikTok dapat memicu kreativitas dari penggunanya di berbagai bidang, seperti berjoget, melukis, menari. Tak hanya itu, TikTok bisa dijadikan sebagai ajang olahraga yang asik dilakukan bagi penggunanya.

3. Pada saat muncul  rasa bosan, salah satu cara untuk membuat suasana hati menjadi lebih baik adalah dengan cara bermain TikTok. Bahkan di saat berkumpul dengan teman atau keluarga, kita bisa saja membuat suasana berkumpul semakin asik dengan membuat berbagai video bersama-sama. Yang Pastinya akan membuat tawa yang menambah keseruan.


4. Aplikasi tiktok ini juga berbasis video dan musik, dan dapat melatih diri remaja atau anak anak untuk mengasah skill mengedit video, untuk konten-konten yang lebih bermanfaat. Konten-kontennya yang lucu serta menarik dapat digunakan sebagai stress relief para penggunanya.


5. TikTok ini bisa digunakan untuk mempromosikan bisnis serta brand penggunanya. Penggunanya  bisa membuat akun serta konten- konten TikTok Anda sendiri dan menggunakannya sebagai sarana promosi ataupun cara membangun image brand bisnis Anda. Atau dengan cara lainnya adalah dengan bekerja sama dengan para influencer TikTok yang sudah memiliki banyak pengikut.

Dampak negatif TikTok

1. TikTok dapat menyebabkan generasi anak dan remaja suka bergoyang ria tanpa kenal sikon. Bisa dijumpai beberapa pengguna seperti remaja dan anak-anak bergoyang ria yang tidak wajar seperti meniru gerakan sholat bahkan membuat TikTok di depan jenazah saudara atau keluarga mereka.

2. Rata-rata pengguna TikTok berusia di bawah 18 tahun. Bahkan, anak berusia antara 5-10 tahun atau usia sekolah dasar. Jika melihat sekilas, memang banyak konten di TikTok yang tidak layak untuk anak yang notabene rentan tercemar oleh pengaruh negatif.


3. Para pengguna TikTok rela melakukan apapun untuk mengejar jumlah like. Otomatis  hal tersebut membuat pengguna TikTok  rela bertingkah laku aneh asalkan video mereka mendapat sambutan dari para penontonya. Hal ini bisa menimbulkan sifat narsistis bagi para pengguna.

4. Secara tidak langsung TikTok dapat menjadi pintu besar bagi eksploitasi anak. Beberapa konten yang viral  dimanfaatkan oleh berbagai pihak  untuk menjadi sesuatu yang menghasilkan nilai komersial. Ini tentu tak baik bagi perkembangan mental anak sebelum dia berusia dewasa.

5. Para penguna terkadang  tidak berpikir dahulu sebelum merekam apa yang mereka lakukan. Mungkin mereka hanya berpikir bagaimana cara membuat video yang banyak mendapatkan like, atau banyak respon dari penonton tanpa peduli dengan apa yang mereka tampilkan itu baik atau buruk untuk orang lain maupun dirinya sendiri.


Media sosial adalah sebuah media online, yang para penggunanya bisa dengan mudah bersosialisasi, berpartisipasi, berbagi, dan mencipakan suatu karya. Media sosial sendiri tidak akan terlepas dari pengaruh positif maupun negatifnya, dampak itu tergantung penggunanya sendiri. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dalam menggunakan media sosial. Ingat apapun yang berlebihan, tidak baik untuk dipergunakan. Bijak dan telitilah dalam bermedia sosial.

Editor : Lisa Haqi

8 COMMENTS

  1. Gua malah liat orang main tiktok jadi stress apa lagi emak2 tua yang main sambil joget2 ngak jelas kayak cacing kepanasan trus yang post2 makanan enak gitu kan gua jadi kepengen tapi ngak mampu beli. Intinya mah gua ngak suka Tiktok

  2. Kalo aku tuh yah suka nonton tiktok yang ada pengajian atau lagu2 kosidah, nasid, dan sebangsanya jadi kan doble job nonton hiburan sekaligus ibadah
    How amajing kan ?

LEAVE A REPLY