Dear Bunda, siapa yang sudah terkena penyakit cacar? Rasanya sungguh tidak nyaman kan?? Beberapa hari yang lalu penulis mendapat kabar kalo, Miss Syarifah ponakan kesayangannya terkena cacar air, penulis auto langsung mencari info tentang penyakit ini, cara penularannya, cara penanganannya dan cara penyembuhanya. Berikut beberapa info tentang Cacar air yang penulis dapatkan dari berbagai sumber.

Penyakit cacar air atau dalam istilah medis disebut varicella adalah infeksi yang disebabkan virus Varicella zoster. Penderita yang terinfeksi virus ini ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan yang sangat gatal di seluruh tubuh bahkan bisa muncul di dalam langit-langit mulut.
Virus Penularan penyakit ini berlangsung ketika varicella-zoster berpindah dari tubuh orang yang terinfeksi ke orang lain yang belum terinfeksi. Jika Bunda selama ini mengira bahwa menyentuh lenting atau cairan di dalamnya adalah satu-satunya cara penularan faktanya tidak demikian cara penularan cacar air tidak hanya melalui kontak fisik dengan penderita. Virus cacar air bahkan sebetulnya lebih mudah menyebar melalui udara.


Pada sebagian besar penderitanya, cacar air merupakan penyakit ringan, khususnya setelah digalakkan program vaksinasi cacar air pada pertengahan tahun 1990-an. (Berdasarkan jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, pemberian vaksin cacar air (varisela) pada bayi mulai sejak ia berusia 12 bulan-18 bulan dengan jeda 6 minggu sampai 3 bulan. Jadwal ini tetap sama meski si kecil sudah pernah terinfeksi virus varicella-zoster (VZV) sebelumnya). Kendati demikian, cacar air tetap dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius pada penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya penderita HIV/AIDS.

Gejala Cacar Air

Gejala cacar air adalah ruam merah di perut atau punggung. Selain itu, cacar air juga ditandai dengan beberapa gejala lain seperti:
● Demam
● Pusing
● Lemas
● Nyeri tenggorokan

Beberapa Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Cacar Air :
●Belum pernah mendapat imunisasi cacar air.
●Belum menerima vaksin cacar air, terutama ibu hamil.
●Bekerja di tempat umum, seperti di sekolah atau rumah sakit.

Pengobatan dan Pencegahan Cacar Air
Pengobatan cacar air bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala yang dialami oleh pasien, dengan atau tanpa bantuan obat. Ada beberapa pengobatan mandiri yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala, yaitu:

● Perbanyak minum
● Mengonsumsi makanan yang lembut.
● Tidak menggaruk ruam atau luka cacar air.
● Mengenakan pakaian berbahan lembut dan ringan.

Beberapa cara perawatan rumahan untuk menghilangkan gatal akibat cacar air.
● Menggunting kuku dan rutin mencuci tangan
● Memakai sarung tangan dan pakaian berbahan lembut
● Mandi menggunakan oatmeal dan soda kue
● Mengoleskan losion calamine setelah mandi
● Mengompres kulit saat rasa gatal muncul
● Minum antihistamin (dengan pengawasan dokter)


Apakah orang yang sudah terkena bisa terkena kembali untuk yang kedua kalinya?
Secara umum orang yang telah sembuh dari cacar air akan memiliki kekebalan tubuh terhadap infeksi virus varicella-zoster sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, kemungkinan besar Anda tidak akan sakit cacar air untuk kedua kalinya sekalipun tertular virusnya kembali. Akan tetapi, penularan cacar air yang kedua kalinya bisa memicu re-infeksi. Meskipun kasus ini amat sangat jarang ditemukan, terutama pada orang yang telah melakukan vaksinasi.

Apakah penderita boleh mandi atau tidak saat sedang sakit cacar air?
Secara medis, tidak ada larangan mandi untuk penderita cacar air. Bukannya tidak boleh, mandi saat cacar air malah dianjurkan sebagai upaya perawatan kulit untuk meredakan rasa gatal atau mencegah Anda menggaruk ruam cacar air terlalu sering.


Cara Pencegahan Cacar Air
Sejauh ini cara mencegah cacar air yang paling efektif adalah dengan melalui vaksin cacar. Para ahli dari CDC menyatakan jika imunisasi cacar air sangat aman dan ampuh dalam memberikan perlindungan lengkap dari infeksi virus cacar air pada anak. Vaksinasi sebagai cara mencegah cacar air dianjurkan untuk semua anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun dan orang dewasa yang belum pernah terkena Cacar Air.

Bunda tentunya tidak mudah menjaga dan mengurus anak yang sedang sakit dibutuhkan kesabaran yang ekstra tentunya. Salah satu faktor penyembuhan adalah memberikan perasaan aman dan nyaman pada anak. Semoga kita semua sehat dan bahagia. 



LEAVE A REPLY