Bunda, sebagai seorang perempuan dewasa yang sudah aktif secara seksual, berbagai masalah kesehatan pada organ reproduksi bisa saja muncul jika kita lengah. Salah satunya ialah kanker serviks, di mana penyakit ini menyerang sel-sel di dalam leher rahim kita.

Sementara itu, menurut Dr. dr. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk, Spesialis Onkologi Ginekologi, kanker serviks adalah penyakit yang bersarang di tubuh perempuan karena terjadi infeksi pada mulut rahim. Kanker serviks disebabkan oleh virus Human Papilloma yang masuk ke sel di leher rahim untuk kemudian berkembang biak. Virus tersebut merusak kinerja sel sehingga menyebabkan tumor yang akhirnya berubah menjadi kanker yang tentunya lebih ganas.

Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala apa pun pada tahap awal nih Bunda. Ciri-ciri tersebut baru akan muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, penyakit ini disebabkan oleh infeksi menular dari hubungan seksual. Hingga saat ini, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menelan korban pada wanita di seluruh dunia. Serem, ya?

Penyebab Kanker Serviks

Umumnya kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma virus (HPV). Biasanya, infeksi virus ini lebih sering terjadi pada orang yang melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan. Perlu diketahui ada sekitar 100 jenis virus HPV, tetapi yang paling umum menjadi penyebab kanker serviks ada dua, yakni HPV tipe 16 dan 18. Karena sebenarnya virus HPV ini adalah kelompok virus yang tersebar karena hubungan seksual, bukan hanya satu virus saja.

Saat virus ini masuk ke dalam tubuh, maka akan memproduksi dua jenis protein yaitu E6 dan E7 yang akan melawan gen yang harusnya menghambat pertumbuhan kanker. Kemudian sel pada lapisan dinding rahim akan berkembang dengan tidak terkendali. Pertumbuhan sel tersebut dapat memicu timbulnya kanker.

Namun, selain penyebabnya adalah virus Human Papilloma, ternyata ada banyak pula faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker serviks pada perempuan. Berikut ini ulasannya:

Faktor yang Mempengaruhi

1. Keturunan

Faktor keturunan ini merupakan faktor bawaan dalam keluarga, yakni adanya riwayat kesehatan di dalam keluarga yang sebelumnya juga terkena kanker serviks, entah itu Ibu atau saudara perempuan Anda. Sebab kanker serviks ternyata juga salah satu penyakit yang bisa menurun pada keturunan.

2. Merokok

Bunda, wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks sebab zat berbahaya di dalam rokok bisa merusak DNA pada sel. Selain itu, rokok juga menyebabkan sistem kekebelan tubuh menjadi tidak efektif lagi untuk mengurangi infeksi virus yang menyerang.

3. Penggunaan Kontrasepsi atau Minum Pil KB Dalam Jangka Panjang

Pengunaan kontrasepsi juga tidak lepas dari risiko kanker serviks. Semakin lama penggunaan pil KB ini, maka semakin meningkat pula risiko terkena kanker serviks. Meskipun begitu, jika Bunda berhenti menggunakan pil KB atau kontrasepsi oral, maka risikonya pun akan menurun. Bahkan bisa normal kembali setelah 10 tahun kemudian. Untuk itu Bunda harus konsultasikan dengan benar sebelum menggunakan kontrasepsi.

4. Hamil atau Melahirkan di Usia Sangat Muda

Wanita yang hamil pada usia di bawah 17 tahun, juga dua kali lipat berisiko terkena kanker serviks di kemudian hari. Nah, dalam hal ini tentu Bunda harus waspada saat punya anak atau pun saudara perempuan yang masih berusia muda. Pendidikan seks yang baik tentunya sangat dibutuhkan yah. Sebab aktivitas seks yang terlalu dini berisiko terkena kanker serviks.

5. Sering Berganti Pasangan Seksual

Untuk wanita yang sering sekali bergonta-ganti pasangan seksual berisiko lebih tinggi terinfeksi virus HPV yang menyebabkan kanker serviks. Semakin banyak Anda berganti pasangan, maka semakin berisiko terkena kanker serviks. Karena umumnya penyakit ini memang terjadi karena hubungan seksual.

6. Adanya Kondisi Medis Tertentu Seperti Infeksi Klamidia

Mengalami penyakit menular seksual lain juga lebih mudah berisiko terinfeksi virus HPV dan juga memicu terjadinya perkembangan sel yang tak normal. Misalnya saat Anda terinfeksi Klamidia, maka juga bisa mengundang kanker serviks. Seperti yang dijelaskan oleh American Cancer Society, bahwa infeksi klamidia yang dialami perempuan menjadi penyebab tingginya terkena kanker serviks.

7. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Saat sistem imun lemah, maka virus HPV bisa lebih mudah masuk dan berkembang di dalam tubuh. Bunda harus banyak-banyak konsumsi buah dan sayur, istirahat yang cukup dan lakukan pola hidup sehat supaya kekebalan tubuh tidak menurun. Karena sistem kekebalan tubuh tentu ada di setiap orang yang bisa berfungsi melawan virus.

8. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas juga menjadi faktor terkena kanker serviks. Sebab lemak dapat menyumbat tipe sel khusus yang seharusnya digunakan untuk melawan kanker. Hingga sel tersebut tidak berfungsi lagi dan kanker pun berkembang dengan bebas. Cancer Research UK pun mengatakan bahwa menjaga berat badan merupakan salah satu hal untuk mencegah kanker serviks. Bahkan para peneliti sebelumnya telah memperkirakan bahwa lemak bisa membahayakan sel sehat. Sementara itu, studi terbaru yang terbit di jurnal Nature Immunology, menyatakan bahwa penelitian dari Trinity telah menunjukkan bagaimana sel yang seharusnya berfungsi untuk melawan kanker malah tersumbat oleh lemak.

LEAVE A REPLY