Dear Bunda, jika sedang menantikan kelahiran anak kedua, tentunya sering merasa bingung bagaimana mengatasi si Calon Kakak yang kelihatannya belum siap jadi Kakak. Awalnya mungkin tidak mudah untuk memberikan pengertian pada si Kakak bahwa dia akan memiliki Adik. Hal ini disebut sebagai big sibling blues. Si Kakak yang cemburu pada adik bayinya yang baru lahir adalah hal yang lazim terjadi. Seorang anak akan mengalami berbagai jenis emosi ketika ia memiliki saudara baru. Ia mungkin merasa iri, takut atau cemas dengan kehadiran adik barunya. Tetapi, ia juga mungkin merasakan kegembiraan, cinta, dan rasa bangga. Lalu bagaimana orangtua bisa menghadapi rasa cemburu anak dan membuatnya menerima adik bayi dengan hangat?

Untuk mengurangi rasa cemburunya tersebut berikut beberapa cara agar si Sulung dapat menerima kehadiran adik bayi dengan senang hati.

1. Kabari kehamilan Bunda pada si Kakak


Ceritakan tentang si Bayi dengan bahasa yang sederhana dan positif pada si Calon Kakak tentang kehamilan Bunda. Walaupun ia belum paham benar dengan kabar tersebut, tapi hal ini penting untuk menghindari calon kakak mendapat kabar kehamilan Anda dari orang lain, bukan dari orang tuanya sendiri. Sehingga, ia tidak merasa bahwa orang tuanya merahasiakan hal tersebut darinya.

2. Biarkan anak tahu bahwa rasa sayang Anda padanya tidak berubah


Setelah adik bayi lahir, ingatkan pada si kakak bahwa kasih sayang Anda padanya masih tetap sama. Biarkan dia tahu bahwa dia masih spesial seperti sebelumnya. Jika dia mulai berulah dengan mengatakan bahwa ia membenci adiknya, atau dengan mencubit adik bayi, pahami bahwa ini artinya si kakak membutuhkan waktu lebih banyak dengan Anda.

3. Membangun ikatan antara Si Kakak dengan Adik Bayi

Biarkan Kakak Bunda menggendong adiknya sebentar, tentunya dengan bantuan dari Bunda. Pakar mengatakan bahwa kepala bayi memiliki feromon yang akan membuat orang jatuh cinta saat menghirup feromon tersebut dan merasa protektif terhadap bayi. Jadi Semakin lama sang kakak menggendong dan memeluk bayi, semakin kuat hubungan mereka nantinya.

4. Ajak anak untuk membantu merawat adiknya

Cobalah untuk melibatkan si Kakak dalam merawat adik bayi. Misalnya, Bunda bisa membiarkan ia memilih pakaian tidur untuk adiknya, atau memilih apa yang akan adiknya kenakan hari ini. Bunda juga bisa memintanya untuk memberi tahu Bunda ketika menurutnya adik bayinya memerlukan sesuatu misalnya saat di adik menangis karena popoknya basah.

5. Minta Ayah luangkan waktu ekstra dengan Kakak


Saat Bunda masih dalam pemulihan fisik dan perlu banyak fokus pada si adik bayi, akan sangat membantu jika ayah dapat mulai meluangkan waktu ekstra untuk si kakak. Hal itu akan membuat kakak tetap merasa disayang dan diperhatikan. Dan ketika Bunda sudah bugar kembali, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas khusus hanya berdua dengan kakak.

6. Dengarkan Unek-uneknya


Saat si Sulung marah karena merasa diabaikan, cobalah dengarkan unek-uneknya, biarkan dia mengekspresikan semua emosinya. Dengan mendorongnya untuk bicara tentang perasaannya, ini akan mendorong anak untuk memberi tahu Anda bagaimana perasaannya.

7. Beri tahu tamu atau keluarga yang berkunjung


Beri tahu teman-teman dan keluarga yang berkunjung saat membesuk si kecil agar peka terhadap kebutuhan si kakak. Minta mereka untuk menghabiskan waktu dengan si kakak, dan tidak hanya berfokus pada bayi baru Anda. Yang terpenting Bunda melakukan semua itu dengan hati yang  ringan, positif. Selamat mencoba.




LEAVE A REPLY