Dear Bunda, Pandemi ini seakan tidak habis untuk dibicarakan, belum lagi habis akan datang lagi persoalan baru seperti  kabar yang beredar, muncul Varian baru dari virus corona B.1.1.529 atau Omicron, hal ini tentunya  menjadi kekhawatiran baru dunia. Kasus yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini membuat banyak negara sepakat memperketat karantina serta menangguhkan sementara perjalanan dari negeri itu dan tetangga terdekatnya. Yok kita bahas gejala dan apa bedanya dengan Varian Delta diambil berbagai sumber.

Varian Omicron pertama kali dilaporkan oleh Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, dr Angelique Coetzee. Dia menyebutkan bahwa gejala Covid-19 yang terkait dengan Omicron tidak biasa tetapi ringan. Pasien COVID-19 yang terinfeksi varian Omicron tidak mengalami gejala batuk atau sakit tenggorokan.

Coetzee membahas bagaimana dia melihat seorang pasien yang menunjukkan gejala yang tidak biasa, yang berbeda dengan varian Delta, jenis yang paling dominan secara global saat ini.

Berikut ketujuh gejala yang ditimbulkan Varian Omicron:

● Kelelahan ekstrem
● Demam
● Pegal-pegal
● Sakit kepala
● Keringat malam
● Pilek
● Tenggorokan gatal

Sedangkan gejala Varian Delta
● Sakit kepala
● Sakit Tenggorokan
● Pilek
● Demam
● Batuk
● Kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa.


Adanya perbedaan gejala Varian Omicron dengan varian Delta bisa jadi karena perubahan cara virus berinteraksi dengan sel kekebalan. Banyak gejala umum penyakit seperti demam atau pilek, terutama disebabkan oleh respons imun kita terhadap infeksi daripada kerusakan langsung oleh virus dan bakteri. Perbedaan respons imun kita juga dapat menjelaskan mengapa dua individu tidak selalu mengalami gejala yang sama jika terinfeksi virus atau varian yang sama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk memahami bagaimana varian tersebut dapat memengaruhi diagnostik, terapi, dan vaksin.
WHO menyebut bahwa dalam beberapa minggu terakhir, infeksi Omicron telah meningkat tajam.

Langkah paling efektif yang dapat dilakukan individu untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 adalah dengan:

● Menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain
● Memakai masker yang pas
● Membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi
● Hindari ruang yang berventilasi buruk atau ramai 
● Menjaga tangan tetap bersih
● Segera vaksin

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan varian Omicron bisa memicu orang mengalami reinfeksi. Artinya, yang sudah terpapar COVID-19 bisa kembali tertular. Risiko ini memang lebih tinggi pada varian Omicron dibandingkan varian lainnya. Infeksi varian Omicron juga diduga lebih tinggi pada usia muda dan mereka yang belum divaksinasi. Namun kabar baiknya gejala yang timbul lebih ringan jika pasien sudah divaksin.

“Yang kita tahu varian Omicron ini walau cepat menular, tidak meningkatkan tingkat keparahan. Terutama pada individu yang sudah divaksin. Maka dari itu ayo segera vaksinasi,” ujar dr Siti Nadia Tarmizi, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dalam webinar di kanal YouTube Lawan Covd19 ID, Rabu (1/12/2021) seperti dikutip dari detik.com.

Lebih lanjut, Nadia juga menjelaskan mengapa vaksinasi sangat penting untuk mengantisipasi penularan varian Omicron di Tanah Air.


Pada awalnya, varian ini masih berstatus under monitoring. Namun beberapa kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian Omicron masuk dalam kategori varian of concern (VoC).

“Varian ini merupakan mutasi dari varian-varian sebelumnya. Baik Alfa, Beta dan Delta. Kita tahu betapa dahsyatnya (dampak) varian Delta pada bulan Juli lalu,” ungkap dr Nadia.

“Kita tidak mau apa yang terjadi nanti pasca Natal dan tahun baru, ada varian yang jauh lebih dahsyat. Karena ini (varian Omicron) dikatakan lebih cepat menular, sehingga (vaksinasi) ini penting,” tegasnya.

Nah Bunda yok mari mulai dari Kita untuk mengurangi penularan virus Korona yang meresahkan ini untuk tetap menjaga prokes dengan taat dan baik. Sehat dan bahagia selalu yah Bunda. Dan semoga kita semua selalu dalam Lindungan-Nya.

LEAVE A REPLY