Bunda, apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata “Healthy Self-Love“, nih? Menerima diri sendiri apa adanya, menerima setiap kekurangan kita, meluangkan waktu untuk merawat tubuh, memiliki rasa percaya diri sehingga peduli dengan diri sendiri? Ya, semuanya adalah bentuk healthy self-love ya, Bunda.

Seperti yang kita tahu, ibu rumah tangga memiliki isi pikiran yang banyak. Misalnya tentang masakan yang terkadang bingung ingin masak apa, tentang pekerjaan rumah mana dulu yang harus diselesaikan, tentang perkembangan anak, juga aktivitas selama masa pandemi ini agar anak-anak tidak merasa bosan serta kegiatan sekolah anak. Dengan waktu yang terbatas dalam sehari, ibu rumah tangga seringkali kewalahan hingga rentan mengalami parental burnout atau lelah secara fisik maupun mental, nih.

Menurut Vincentia Gladys Djunaidy, M. Psi Psikolog dalam Rangkaian Acara 2nd Anniversary and International Baby Wearing Week 2021 Belajar Menggendong, ibu rumah tangga yang mengalami parental burnout seringkali merasa lelah dalam menjalankan peran sebagai orang tua. Kondisi mood atau perasaannya pun seringkali buruk seperti terus-menerus merasa sedih dan ingin menangis. Merasa tidak ada yang peduli juga lebih mudah emosi dan enggan menjalankan peran sebagai orang tua, bahkan sulit untuk terkoneksi secara emosi dengan anak. Padahal secara tidak sadar malah berdampak buruk pada psikis anak.

Vincentia Gladys Djunaidy, M Psi Psikolog dan Bumin Belajar Menggendong, Diana Fajria

Seberapa Penting Healthy Self-Love?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, ibu rumah tangga memiliki rutinitas yang padat hingga tentu membuat Bunda sering sekali kelelahan. Maka kita tidak perlu merasa bersalah jika meluangkan waktu untuk bersantai sendiri ya, Bunda. Setiap orang memiliki cangkir cinta yang harus diisi.

Seperti apa yang dikatakan oleh Vincentia Gladys Djunaidy, M. Psi seorang Psikolog, “Setiap orang itu punya tangki cinta. Cangkir wadah yang harus diisi dengan cinta kebahagiaan. Nah, kita kan sebagai ibu setiap hari mencurahkan kasih sayang kepada suami, kepada anak gitu, ya. Kalau tangkinya kita itu kosong, gelas kita itu nggak ada isi cinta, kebahagiaan apa yang mau kita kasih?” katanya dalam Channel Youtube Belajar Menggendong Official. “Nggak ada. Kita nggak bisa menuang apapun dari cangkir yang kosong. Kita dulu yang harus mengisi,” sambungnya. Kita juga tentu tidak harus menunggu burnout dulu untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri. Sebab healthy self-love diperlukan bagi ibu rumah tangga agar bisa menjalankan perannya sebagai orangtua dengan baik. Kita perlu mengisi tangki cinta kita agar bisa memberikan kebahagiaan kepada keluarga.

Bentuk Self-Love Pada Umumnya

1. Menjaga Kesehatan

Cara kita mencintai diri sendiri ialah dengan menjaga kesehatan tubuh ya, Bunda. Saat badan kita kelelahan maka sulit untuk melakukan aktivitas. Kita akan menjadi terhambat dalam mengurus anak dan pekerjaan rumah ketika sedang sakit. Menjaga kesehatan dengan baik diperlukan. Misalnya dengan makan dan tidur yang cukup. Kita juga harus bisa mencuri waktu untuk beristirahat di siang hari. Jangan lupa juga untuk memakan buah dan sayuran, serta minum yang cukup. Saat tubuh optimal, maka pekerjaan rumah tangga pun dapat kita selesaikan dengan baik.

2. Merawat Penampilan

Bentuk healthy self-love selanjutnya ialah merawat penampilan. Tidak perlu make-up yang ribet, minimal setiap hari kita bersih, rapi dan wangi ya Bunda. Juga tidak ada salahnya memanjakan diri sejenak. Seperti melakukan rutinitas skincare bisa menjadi salah satu bentuk healthy self-love setiap harinya, nih. Bunda bisa maskeran di rumah dengan bahan alami misalnya. Atau membersihkan kuku juga bisa Bunda lakukan untuk merawat tubuh.

3. Memilih Waktu Untuk Diri Sendiri Atau Me-Time

Bentuk self-love juga seperti me-time atau meluangkan waktu untuk diri sendiri ya, Bunda. Untuk Bunda yang seringkali merasa tidak punya waktu harus ingat bahwa sebenarnya yang berperan itu bukan kuantitas atau durasi, tetapi kualitas dari bagaimana kita memanfaatkan waktu itu. Kita harus pilih aktivitas yang benar-benar dapat mengisi hati. Jangan berjam-jam hanya scroll ponsel yang akhirnya masih tetap merasa lelah.

Lalu sebaiknya kita juga harus ganti mindset kita jika ingin me-time ya, Bunda. Ketika kita hanya memiliki waktu 15 menit dan berpikir ‘bisa apa dengan waktu segitu?’ Maka diubah pola pikirnya dengan ‘saya punya waktu 15 menit, pasti saya bisa melakukan suatu hal untuk diri sendiri’ jika ingin me-time kita berjalan dengan baik.Kita juga harus mengenal mindfulness atau menjalani aktivitas dan kesabaran saat me-time, lupakan masalah-masalah yang ada agar Bunda bisa menikmati waktu luang itu. Misalnya Bunda bisa menikmati waktu luang dengan jalan pagi atau minum secangkir teh hangat, maka lupakan sejenak masalah yang ada dipikiran Bunda agar me-time yang sedang Bunda lakukan berjalan dengan optimal. Sebab seindah apa pun hal yang sedang ada di depan mata kita, ketika pikiran masih dipenuhi oleh hal-hal di luar, maka sesuatu yang indah di depan mata tidak akan terlihat.

Self-Love Tidak Hanya Me-Time

Seperti yang kita bahas sebelumnya bahwa bentuk dari healthy self-love banyak sekali ya, Bunda. Jadi tidak hanya terbatas pada me-time saja. Beberapa hal berikut ini juga termasuk dalam healthy self-love, nih.

1. Berani Bilang Tidak

Berani bilang tidak juga bukan berarti kita egois ya, Bunda. Apalagi setelah kita menjalani aktivitas yang banyak seharian, tidak ada salahnya jika kita menolak permintaan orang lain sebagai bentuk menghargai diri sendiri. Sebab tubuh kita tentu butuh istirahat. Jangan sampai kita tetap memaksakan diri hingga akhirnya kelelahan dan sakit. Kita harus tahu mana yang harus diprioritaskan ya, Bunda. Berbuat baik memang tidak salah ya, tetapi tetap perhatikan kesehatan diri sendiri. Bunda bisa menolak dengan cara yang halus agar orang yang meminta bantuan tidak tersinggung.

2. Meminta Bantuan

Tugas rumah tangga adalah tugas bersama  dalam satu keluarga. Bunda jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada pasangan, orang tua atau mertua jika kita sedang kesusahan. Misalnya jika Bunda ingin pergi membeli susu sementara si kecil tidak ada yang mengawasi, maka Bunda bisa meminta bantuan orang tua, ya. Namun, yang harus diperhatikan ialah kita tidak boleh menyalahkan orang lain. Misalnya kita marah-marah kepada suami karena tidak mau membantu. Yang harus dilakukan justru gunakan message kepada pasangan dengan mengatakan bahwa kita butuh bantuan. Meminta bantuan dengan cara yang baik dan jangan lupa berterima kasih atau berikan apresiasi kepadanya karena sudah mau membantu kita.

3. Berterima Kasih Kepada Diri Sendiri

Self-love juga berbentuk rasa terima kasih kita kepada diri sendiri ya, Bunda. Sebelum tidur misalnya, kita bisa ucapkan terima kasih kepada diri sendiri karena sudah bekerja keras seharian tadi. Dengan terima kasih kepada diri sendiri, berarti kita telah menghargai diri. Dengan terima kasih, berarti kita telah memaafkan dan menerima ketidaksempurnaan diri. Sebab rasa tidak bahagia seringkali muncul dari ekspektasi kita yang terlalu tinggi kepada diri sendiri yang akhirnya gagal. Berterimakasih membuat kita bisa menerima diri apa adanya.

Peserta Rangkaian Acara 2nd Anniversary and International Baby Wearing Week 2021 Belajar Menggendong

Healthy self-love atau mencintai diri sendiri memang sangat penting untuk dilakukan ya, Bunda. Sebab sebagai ibu rumah tangga kita tentu juga berhak untuk bahagia. Jadi, buatlah diri Anda bahagia agar bisa memberikan cinta kepada keluarga. Karena kebahagiaan keluarga berawal dari diri kita. Semoga kita semua menjadi ibu rumah tangga yang bahagia, ya.

LEAVE A REPLY